Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Download Free Materi Kajian Tafsir di Masjid Ardussalam BMKG Pusat oleh Derysmono, Lc, S.Pd.I, MA

Berikut ini adalah materi-materi yang saya sampaikan
di Kajian Tafsir Masjid Ardussalam BMKG Pusat. bagi yang ingin mendownloadnya saya persilahkan dengan senang hari.
Derysmono, Lc, S.Pdi, MA

QS. Al-Baqarah 229
https://drive.google.com/file/d/16fLhzdjzn2KRoBZlKhpgEzchs-bh19X4/view?usp=sharing

QS. Al-Baqarah 228-229
 https://drive.google.com/file/d/1K0T2yNWdEpwb3JANcOFt6KZ6Z1H6NVt2/view?usp=sharing

QS. AL-BAQARAH 226-228
 https://drive.google.com/file/d/1J7H97HsAzPGoJUkBsXczXw_kq50UtVNY/view?usp=sharing

QS. Al-Baqarah:224-225
https://drive.google.com/file/d/1Y2o0bqXM6YmwvPVdHffI79ZLvU8Wsw29/view?usp=sharing

Q S . A L-B A Q A R A H : 222 - 223
https://drive.google.com/file/d/1F2xhLMB4A1AKq6SK8CcMl-dgk7lo7sL7/view?usp=sharing

QS. Al-Baqarah:218-219
https://drive.google.com/file/d/1Ms9zXXXFS8-ow5U9r3AVxIs_TDZ2ZXMM/view?usp=sharing

QS. Al-Baqarah:216-217
https://drive.google.com/file/d/1SCEDz1vVQEp0dZClbk4EqvtRFLSsGSJF/view?usp=sharing

Q S . A L-B A Q A R A H 2 1 4- 2 15
https://drive.google.com/file/d/1V1n4C_HrMFYFLAKrKCPqQ0FWSyrEZDBA/view?usp=sharing

QS. AL-BAQARAH : 212-213
https://drive.google.com/file/d/1zZ9LLO0qYIzgx7XJur_MxCl6Aj8rZaiB/view?usp=sharing

QS. AL-BAQARAH : 209-211
https://drive.google.com/file/d/1duPUSR5dT7g4grDU-MiLW-PsHB-fEJFX/view?usp=sharing

QS. AL-BAQARAH : 199-201
https://drive.google.com/file/d/11e0Ak_PJDjkuY9XCjXlpBkqa6dgAqlEm/view?usp=sharing

Selasa, 30 Januari 2018

Contoh Disertasi dan Tesis (Free Download) Jilid 4

Disertasi

Arief Subhan_Lembaga Pendidikan Islam Indonesia Abad ke-20 Pergumulan antara Modernisasi dan Identitas
https://drive.google.com/file/d/1ZFsoqm0q74Sk7_kqxvu2XKdICxpunHih/view?usp=sharing


Sitti Salmiah_Manajemen Pendidikan Agh. Muhammad Asad dalam Membina Madrasah Arabiyah Islamiyah Wajo Sengkang Sulawesi Selatan (1928-1952)
https://drive.google.com/file/d/1inCy5w2wKaeaYexU9ENnzpW1B7mCC-em/view?usp=sharing


Sudirman Tamin_Perbadingan Manajemen Peningkatan Mutu MAN 4 Model Jakarta dan MAN Insan Cendikia Serpong (1)
https://drive.google.com/file/d/1Rj0sfjI7bJeVWR6klxT0F5h17HIV2ZJ9/view?usp=sharing

Yurnalis Etek_Supervisi Pengajaran di Madrasah Tsanawiyah Studi Deskriptif Analitik di Bandar Lampung
https://drive.google.com/file/d/1--GsZ-G8ZUbciOVC4jC-WANVULSsKCXz/view?usp=sharing

Ahmad Dumyathi Bashori_Konsep al-Wasathiyyah Dalam Pemikiran Politik Yusuf al-Qardhawi
https://drive.google.com/file/d/1i6huwR28OwoGgbc8PJPGdyAmeuZjc2ef/view?usp=sharing

Gani Jumat_Nasionalisme Ulama Pemikiran Politik Kebangsaan Sayyid Idrus Bin Salim al-Jufri
https://drive.google.com/file/d/1YRZ_Fl6DvFUA3lDuhCDVzxrAUNZm5f7q/view?usp=sharing

Ibnu Anshori_Oposisi dan Praksis
https://drive.google.com/file/d/1EBw-54Nq2HbEqSW-D_q985L0q31WnrbZ/view?usp=sharing

M. Yusrie Abadi_KONSEPSI DAN PRAKSIS POLITIK ISLAM ABDUL QAHHAR MUDZAKKAR
https://drive.google.com/file/d/1D6IVXDTI2rXQq4XK-oNKEpdW39NV9Oop/view?usp=sharing

Senin, 29 Januari 2018

Contoh Tesis dan Disertasi (Free Download) Jild 3

Aceng Zakaria_Relativisme
https://drive.google.com/file/d/1o9w3EHxgQ5GSkv9tGguJM5f8IvwKGC8X/view?usp=sharing

Anggi Wahyu Ari_Jihad Menurut Ibn Kathir
https://drive.google.com/file/d/19DauTlDaP7ArJGtpS5SRixCAm5-ketr7/view?usp=sharing

HASANI_Diskursubas Munasabah al Qur'an
https://drive.google.com/file/d/1IxxzKBs-G3fh7uExGWQRL3b71Ga2HBuv/view?usp=sharing

MUHAMMAD FADHIL PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM KH. ABDUL QADIR (1)
https://drive.google.com/file/d/1vfqzKfzv3pxhz9uwUfqt30igx9TzZ1Tr/view?usp=sharing

Solahudin_Konsep Kekekalan Neraka Menurut Imam al-Tabari (studi tematik tafsir jami al-bayan an-Tawil al-quran)
https://drive.google.com/file/d/127cx0ytjbRvkjN-9G5fqhBWhhpZXo_F-/view?usp=sharing

Zeid B. Sameer_Kredibilitas Nasir al-qifari Trhadap hadis=hadis Imamiyah
https://drive.google.com/file/d/1eiLYipe3r2_KWONrE045P9mUH-PjdfH0/view?usp=sharing

Zaenatul Hakamah_Ruh Dalam Perspektif Tafsir Ilmi
https://drive.google.com/file/d/1Ob0o09i1ygwcmyuUb7J5jX2imsJixpBR/view?usp=sharing


Contoh Disertasi dan Tesis (Free Download) Jilid 2


Abdul Kodir_Konsep Manusia dlam al-Quran sbg Dasar Pengembangan Pendidikan
https://drive.google.com/file/d/1TtImItwK531KLiWLTvKNkxTYFPRWN4I_/view?usp=sharing

Afifi Fauzi Abbas_Konsep Baik dan Buruk serta Pengaruhnya  Terhadap Permusuhan Kaidah Ushul
https://drive.google.com/file/d/1dKqQzfq9AuyCecDCEuyWkMgJtqmqhfYp/view?usp=sharing

Ahmad Dimyati_Klarifikasi Ayat-ayat al-Quran yang Terkesan Kontradiktif
https://drive.google.com/file/d/17tJcun7zfFn3bkKi5uPecNkajFwKPmH1/view?usp=sharing

Ahmad Husnul Hakim_Sunnatullah dalam Perspektif Al-quran
https://drive.google.com/file/d/12Am2v78Awa3xAIrgVZKxg9wqg61G6b04/view?usp=sharing

Anshori_Penafsiran Ayat-ayat Jender Dalam Tafsir al-Misbah
https://drive.google.com/file/d/1H63AunelkEM497F9Iylga-CcyPNv6JVU/view?usp=sharing

Dimyati_Pembelaan Abu Nashr al-Sarraj terhadap Tasawuf dan Kaum Sufi dalam Kitab Al-Luma
https://drive.google.com/file/d/1YTo2fAFG-UhBzpS0eOiezMReFcMsOtWs/view?usp=sharing

Hamlan Andi Malla_Kebijakan Pemerintah tentang Madrasah
https://drive.google.com/file/d/1ZxG1taJwqH_NwlzohZ7qCARhXr3qEeqp/view?usp=sharing

M. Athoullah Ahmad_Ilmu Hikmat Di Banten
https://drive.google.com/file/d/1Fjiwjf4V5LZTGfagdpip38hRZATSedD_/view?usp=sharing

M.A. Achlami HS_Tasawuf Abdullah Bin Alwi al-Haddad
https://drive.google.com/file/d/19sRwruNr4LmGfKxdTfJHCjI14bEMFaLD/view?usp=sharing

Mahyuddin_Sumber Sifat Buruk dan Pengendaliannya  Kajian Tematik Ayat2 Al-Quran
https://drive.google.com/file/d/1luDyJa2m4_vghcT89iofk-7Zpv4XPRRq/view?usp=sharing

Miftah Arifin_Wujudiyah di Nusantara
https://drive.google.com/file/d/1ek2yCSZDvmX9apvhv3OkuhADITYGjLc-/view?usp=sharing

Rosihon Anwar_Tafsir Esoterik Menurut Pandangan al-Thabathaba'i
https://drive.google.com/file/d/1JfgCPIOBxiAJMNSnxQlb_O6LOU_zDoL-/view?usp=sharing

Salahuddin_Misykat al-Anwar fi Tawhid al-Jabbar
https://drive.google.com/file/d/1M--i4b8PHe_ycrjBwxEdhQ3f1wK7qD1o/view?usp=sharing

Sumanta_Al-Insan Al-Kamil dalam Perspektif Tasawuf
https://drive.google.com/file/d/1MSAxTXTl4UsHzO-8RwIruvBkr9ZGCQdv/view?usp=sharing

Syahrul A'dam_Tarekat Siddiqiyah di Indonesia
https://drive.google.com/file/d/15qRHBu7TTIDQFVWvfyVjTFbbn8ksTA4d/view?usp=sharing

Syamsun Ni'am_Pemikiran Tasawuf K. H. Achmad Siddiq
https://drive.google.com/file/d/1PRlFzh1Ybnqh_3ePNaULcU56aePjQwg1/view?usp=sharing

Selasa, 12 Desember 2017

TINDAKAN PERSEKUSI KEPADA USTADZ ABDUL SOMAD DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN ISLAM Oleh: Kamaludin, S.H. Derysmono, Lc, MA (Tim Himpunan Da’i Muda Indonesia)

TINDAKAN PERSEKUSI KEPADA USTADZ ABDUL SOMAD
DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN ISLAM
      Oleh:
Kamaludin, S.H.
Derysmono, Lc, MA
(Tim Himpunan Da’i Muda Indonesia)

Berbagai tindakan sewenang-wenang terhadap seseorang atau kelompok yang lebih dikenal dengan istilah persekusi, tengah mendapat sorotan publik seiring rentetan kasus persekusi yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi merupakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Kasus penolakan oleh elemen ormas atas Ustadz Abdul Somad di Bali dalam rangka menjalani sejumlah safari dakwah yang mendapat penolakan oleh sekelompok orang yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) hal ini dinilai sebagai bentuk persekusi. Apapun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang.

Kamis, 04 Mei 2017

*Tawuran; budaya Jahiliyah yang berbahaya*

Oleh Derysmono
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tawuran adalah perkelahian beramai-ramai; perkelahian massal: tiba-tiba terjadi -- antara kedua keluarga yang berselisih itu. Dalam hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam situsnya www.kpai.go.id mengatakan, Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
dari data yang ada menunjukkan bahwa, Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus. (sumber; www.kpai.go.id) dan kabar terakhir ini di Klaten, beberapa pelajar terlibat tawuran lihat; www.merdeka.com/…/tawuran-usai-kelulusan-11-pelajar-sma-mas….
Sungguh kejadian-kejadian ini mencoreng wajah pendidikan di Negeri kita, sudah seharusnya pemerintah yang mengusung tema “Revolusi mental” untuk merealisasikannya. Jika tidak maka tawuran-tawuran lainnya juga akan kembali terjadi dan tentunya banyak pihak akan rugi.
Lalu bagaimana sikap Islam dalam merespon masalah ini?

Minggu, 05 Oktober 2014

Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak

Cara Mengajarkan Shalat Pada Anak*
Menurut syari’at Islam yang mulia, anak-anak tidak dikenai beban syari’at selagi dia belum baligh. Namun mereka harus dididik dan dilatih sejak masa anak-anak agar menjadi terbiasa melakukan syari’at ketika telah dewasa.Apabila syari’at memerintahkan para orang tua dan wali agar memerintah anak-anak mereka untuk menunaikan sholat, maka wajib bagi orang tua dan para murobbi untuk mengajarkan kepada mereka perihal thoharoh sesuai dengan thoharohnya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, menjelaskan kepada mereka sifat wudhu Nabi shalallahu alaihi wassalam, syarat sah, rukun-rukunnya dan hal-hal yang membatalkannya.
Demikian pula harus mengajarkan tata cara sholat sesuai degan sholat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam karena sabda beliau:
 “ Tunaikanlah sholat seperti kalian melihat aku sholat “.1
 Hendaknya anak diajari teori sekaligus praktiknya dengan diajak memperhatikan tata cara berwudhu dan sholat bapak ibunya atau mengajaknya melakukan sholat dan berdiri di samping orang tuanya untuk mengambil secara langsung tata cara sholat yang benar.
 Ini mengingatkan orang tua, para murobbi dan para guru TK dan SD agar mengajarkan do’a dan dzikir-dzikir dalam wudhu dan sholat sebelum yang lainnya. Hal ini perlu kita perhatikan sebab sebagian guru ada yang lebih mendahulukan do’a dan dzikir yang lain, seperti do’a berpakaian atau yang lainnya, daripada do’a dan dzikir dalam wudhu dan sholat.
 Sistem pengajaran seperti itu tentu salah bila ditinjau dari sisi ini, sebab syari’at belum memerintahkannya. Dan jikalau anak mengamalkannya pun tidak terlalu berarti bila dibandingkan dengan do’a dalam wudhu dan sholat yang dituntut untuk dihafal dan diamalkan setelah mencapai usia 7 tahun, sebagaimana anjuran Rasulullah shallahu alaihi wassalam. Bila bisa didapat kedua-duanya tentu lebih baik.
 POKOK – POKOK PENGAJARAN SHOLAT
Pokok-pokok pengajaran yang harus diberikan kepada anak berkaitan dengan masalah sholat adalah sebagai berikut:
-  Ilmu tentang syarat sahnya sholat, rukun, wajib dan sunnah-sunnahnya.
-  Tata cara pelaksanaanya dari takbirotul ihrom hingga salam, meliputi gerakan-gerakannya, bacaan dan dzikir-dzikirnya, jumlah gerakan atau jumlah bacaan dan dzikir.
-  Sifat-sifat gerakan, seperti sifat tangan atau jari-jari tangan ketika takbirotul ihrom atau ketika posisi yang lainnya, apakah dengan menggenggam jari-jari atau dengan membuka dan rapat, ataukah membuka dengan merenggangkan jari-jari lurus ke atas atau melengkung ke bawah.
-  Sifat bacaannya, antara yang sir dan yang jahr, juga panjang pendeknya suatu gerakan dan bacaan, seperti gerakan tangan ketika takbirotul ihrom apakah perlahan-lahan hingga beberapa menit baru sampai ke bahu dan daun telinga ataukah bagaimana. Demikian juga dengan bacaan-bacaannya, misalnya apakah melafazhkan takbir dengan bacaan panjang seperti “ Allooooohuuuuu Akbaaaaar “ ataukah tidak.
-  Mengajarkan yang shohih dari Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan meninggalkan yang tidak shohih.
-  Mengajarkan nama-nama sholat dan waktu-waktunya serta bilangan roka’atnya.
-  Mengajarkan tata cara berpakaian yang wajar di dalam sholat.
-  Menanamkan akidah ( keyakinan ) bahwa orang yang sholat itu sedang menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka, apabila kita menghadap kepala desa atau orang kaya saja tidak boleh bermain-main, tentunya menghadap Alloh, Sang Penguasa langit dan bumi dan seluruh alam semesta, lebih sangat tidak layak untuk bermain-main.
-  Mengajarkan syarat syahnya sholat yang paling utama, yaitu thoharoh dan berwudhu, hal ini meliputi:
a.  Tata cara membersihkan najis tinja dan kencing sehingga benar-benar suci dan tidak membawa najis dalam sholat. Mengenalkan kepada mereka benda-benda yang najis agar mereka jauhi, terutama ketika sholat.
b. Mengajarkan tata cara berwudhu, dzikir sebelum dan sesudahnya, tata cara penggunaan air yang sesuai dengan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, tidak boleh boros sekalipun banyak air, urut-urutannya dan bilangan-bilangannya.
c.  Tata cara membasuh, apakah membasuh dengan menyiramkan air ataukah cukup dengan mengusap tanpa menyiramkan air. Juga menjelaskan tentang sifat membasuh dan mengusap.
d. Mengajarkan kepada mereka anggota-anggota wudhu dan hal-hal yang berkaitan dengannya, apakah yang penting anggota wudhu tersebut terkena air sehingga cukup dicelupkan ke dalam air ataukah harus diusap da diratakan dengan tangan.
e.  Mengajarkan kepada mereka batas-baras anggota wudhu, dari mana hingga ke mana.
f.  Mengajarkan kepada mereka tata cara adzan dan iqomat, lafazh-lafazhnya dan bagaimana menjawab jika mendengar adzan dan do’a sesudah adzan bagi yang mendengar. Juga tentang tata cara melafazhkannya, yaitu tidak boleh berlebihan dengan memanjangkan lafazh yang seharusnya pendek atau sebaliknya, atau lafazh yang panjang dilebihkan dari kadarnya sehingga terlalu panjang, atau dengan merusak lafazah, seperti “ Allohu Akbar “ menjadi “ Aulohuu Akbaruu “.
g. Mengajarkan kepada mereka tentang batas-batas aurat dalam sholat, sebab aurat itu ada 2: aurat yang berkaitan dengan pandangan mata dan aurat yang berkaitan dengan hak Alloh. Atau dengan istilah lain, berbeda antara aurat di luar sholat dengan aurat di dalam sholat. Contoh, anak kecil yang belum baligh tidak ada auratnya sehubungan dengan pandangan mata, meski begitu ia tidak boleh menunaikan sholat dalam keadaan telanjang. Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda:
“ Janganlah salah seorang diantara kalian melakukan sholat dengan mengenakan satu pakaian saja, yang ( dengan begitu ) kedua pundaknya tidak tertutup “.2
 Sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam lainnya:
“ Alloh tidak menerima sholat wanita yang telah baligh kecuali dengan penutup kepala”.3
 PENTINGNYA KETELADANAN
Semua orang sepakat bahwa mengajar dengan praktik dan memberi contoh secara langsung jauh lebih berpengaruh positif pada pemahaman anak daripada hanya teori semata. Karena itulah hendaknya para murobbi tidak lalai dari manhaj ta’lim ( metode pengajaran ) ini sebab inilah yang dicontohkan Nabi shalallahu alaihi wassalam dan para sahabatnya.
 Suatu ketika, Ustman bin Affan radiyallahu anhu meminta air wudhu dan mengajak para sahabat untuk memperhatikan cara wudhu beliau dari awal hingga akhir lalu berkata, “ Seperti inilah aku melihat Nabi shalallahu alaihi wassalam berwudhu “.
 Dalam kisah yang lain, salah seorang sahabat pernah mempraktikkan sholat dari awal hingga akhir dihadapan para sahabat yang lain, seraya mengatakan, “ Kemarilah kalian! Akan aku perlihatkan kepada kalian sifat sholat Nabi shalallahu alaihi wassalam “.
 Rosulullah shalallahu alaihi wassalam terkadang juga melakukan sholat ( sebagai imam ) dengan berdiri dan ruku’ diatas mimbar untuk memperlihatkan sholatnya kepada para sahabat, beliau mengatakan, “ Aku melakukan ini agar kalian mengikutiku dan mengetahui sholatku”.
 Contoh metode pengajaran seperti ini sangat sering diterapkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam dan para sahabatnya. Demikian itu karena teori semata sulit untuk dipahami dan membutuhkan waktu yang lama bahkan mudah terlupakan, berbeda dengan apa yang dialami dan dilihat secara langsung. Ini berarti orang tua dan para pendidik tidak cukup hanya menyediakan buku-buku bacaan seputar wudhu dan sholat atau hanya memerintahkan anak untuk melakukan sholat, namun mereka juga dituntut untuk memberikan keteladanan berupa praktik amali di hadapan anak-anak mereka seperti yang dicontohkan Rosululloh shalallahu alaihi wassalam, sebaik-baik pendidik, dan para sahabat beliau.
 MENGAJARKAN SHOLAT YANG BENAR
Para pendidik dan orang tua harus  mengajarkan sholat yang benar kepada anak-anak mereka. Sholat yang benar artinya sholat yang sesuai dengan sholat Rosululloh shalallahu alaihi wassalam, sebagaimana sabda beliau diatas. Oleh karena itu, sebelum melakukan pengajaran, para pendidik harus memiliki ilmu tentang sifat sholat Nabi shalallahu alaihi wassalam dan tidak cukup dengan mengikuti sholat kebanyakan orang zaman sekarang, sebab diantara mereka masih banyak yang melakukan bid’ah dalam sholat, baik dengan mengurangi atau menambahi sebagaian dari sholat mereka yang tidak ada contohnya dari Rosululloh shalallahu alaihi wassalam. Padahal sholat merupakan amal yang paling utama yang pelakunya sangat berharap agar sholatnya bisa diterima oleh Alloh, sementara Alloh tidak akan menerima sebuah amal kecuali yang ikhlas karena Alloh semata dan sesuai dengan sunnah ( petunjuk / contoh ) dari Rosululloh shalallahu alaihi wassalam.
 TIDAK MENDIAMKAN KESALAHAN
Sebagian orang beranggapan bahwa tidak mengapa membiarkan anak sholat dalam keadaan tidak benar, toh juga masih anak-anak, misalnya membiarkan anak sholat tanpa berwudhu atau berwudhu hanya dengan membasuh telapak tangan, wajah dan kaki saja dengan alasan bahwa anak masih kecil dan belum baligh. Anggapan ini jelas salah. Perlu diketahui bahwa meskipun hukum-hukum syari’at belum berlaku bagi anak, namun Allah Subhanahu Wata’ala memerintahkan dan memberi beban kepada para wali untuk memberlakukan hukum-hukum syari’at kepada anak-anak mereka. Anggapan yang salah ini jelas bertentangan dengan perintah Rosululloh shalallahu alaihi wassalam:
 “ Perintahkan anak-anak kalian untuk menunaikan sholat ketika mereka berusia 7 tahun dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka telah berusia 10 tahun “.4
 Maksud dari perintah Rosululloh tersebut adalah agar para orang tua menyuruh anak-anaknya untuk thoharoh dan berwudhu dengan sempurna, berpakaian menutup aurat dan pundak, berdiri menghadap kiblat, di tempat yang tidak haram untuk sholat di dalamnya, melakukan tata cara sholat dari takbirotul ihrom hingga salam lengkap dengan rukun-rukunnya, fardhu dan sunnah-sunnahnya.
 Rosululloh pernah melakukan sholat malam, lalu Abdulloh bin Abbas datang mengikuti dan berdiri di sebelah kiri beliau. Maka beliau shalallahu alaihi wassalam memutarnya dari arah kiri lewat belakang kea rah kanan beliau5
 Pernah salah seorang Arab Badui datang ke masjid lalu melakukan sholat. Setelah selesai dari sholatnya, Rosululloh shalallahu alaihi wassalam mengatakan,
 “ Ulangi sholatmu, karena sesungguhnya engkau belum sholat “. Maka orang tersebut mengulangi sholatnya seperti sholatnya yang semula hingga 3 kali, sampai akhirnya orang itu berkata, “ Wahai Rosululloh, ajarilah aku sholat, sebab aku tidak bisa sholat kecuali dengan cara yang seperti ini ( yakni sholat dengan gerakan yang sangat cepat, tanpa thuma’ninah ). Maka Rosululloh shalallahu alaihi wassalam mengajarinya sholat seraya menyampaikan bahwa wajib baginya untuk thuma’ninah pada setiap gerakan sholat.
Rosululloh shalallahu alaihi wassalam menganggap sholat orang ini batal karena meninggalkan salah satu rukun sholat, yaitu thuma’ninah. Sholat yang dianggap batal oleh Nabi shalallahu alaihi wassalam yang dilakukan oleh orang ini banyak sekali dilakukan oleh anak-anak.6Sehingga kewajiban para orang tua dan para pendidik adalah membenarkan sholat mereka yang masih salah ini.
________________________________________
Catatan kaki:
1.    HR. Bukhari 6008 [↩]
2.    HR. Bukhari 359 dan Muslim 516 [↩]
3.    Shohih Abu Dawud 641 dan Tirmidzi 377 [↩]
4.    Shohih Abu Dawud 495 [↩]
5.    lihat Shohih Bukhori 117 dan Shohih Muslim 1824 [↩]
6.    Sayangnya sholat seperti ini-yaitu cepat dan tidak thuma’ninah-juga banyak dilakukan oleh sebagian saudara kita kaum muslimin yang sudah dewasa sekalipun. Semoga Alloh  menunjuki mereka dan kita semua ke jalan sunnah [↩]
Jilbab.or.id

Jumat, 19 September 2014

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille "Kata Pengantar (2/2)"


 Kata Pengantar (2/2)

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


 Kritik teks, suatu ilmu yang  telah  dibagi-bagi  dalam
jurusan-jurusan   telah  berguna  untuk  membuka  tabir
tentang adanya persoalan-persoalan yang sangat penting,
akan  tetapi  kita  sering merasa sangat kecewa membaca
buku-buku yang dinamakan kritik, tetapi  yang  nyatanya
berhadapan   dengan  kesulitan-kesulitan  interpretasi,
hanya  dapat  menyajikan  argumentasi  apologetik  yang
dimaksudkan  unhwk  menutupi kejahilan pengarang. Dalam
keadaan semacam ini, bagi orang yang  tetap  memelihara
kekuatan  berfikir dan secara obyektif, kontradiksi dan
kesalahan akan  tetap  berkesan;  ia  akan  menyesalkan
sikap    yang    berlawanan    dengan   logika,   untuk
mempertahankan bagian-bagian yang mengandung  kesalahan
dalam   Kitab   Suci.   Hal  yang  semacam  ini  sangat
membahayakan keutuhan  kepercayaan  kepada  Tuhan  Yang
Maha Esa bagi orang-orang yang terpelajar.

Bagaimanapun juga pengalaman menunjukkan bahwa walaupun
sebagian orang  dapat  menunjukkan  beberapa  kesalahan
semacam  itu,  namun  mayoritas  besar dan umat Kristen
tidak  tahu-menahu  tentang  adanya,  dan  tetap  tidak
mengetahui  ketidaksesuaian-ketidaksesuaian  kitab suci
dengan  pengetahuan  umum  yang  kadang-kadang   bahkan
bersifat elementer.

Islam  mempunyai Hadits, dan Hadits ini dapat disamakan
dengan Injil. Hadits  adalah  kumpulan  kata-kata  Nabi
Muhammad   serta  riwayat  tindakan-tindakannya.  Injil
adalah seperti Hadits  dalam  soal-soal  yang  mengenai
Nabi  Isa.  Kumpulan  yang  pertama dari Hadits ditulis
beberapa puluh tahun sesudah  wafatnya  Nabi  Muhammad,
sebagaimana  Injil ditulis orang sesudah beberapa puluh
tahun setelah Nabi Isa wafat.  Kedua-duanya,  merupakan
kesaksian manusia tentang kejadian-kejadian dalam waktu
yang sudah lampau. Berlainan dari apa yang dikira  oleh
orang  banyak,  Injil  empat  (Matius,  Lukas,  Markus,
Yahya) dikarang oleh orang-orang yang tidak menyaksikan
kejadian-keiadian  yang  termuat  dalam Injil tersebut.
Keadaannya sama dengan kumpulan Hadits.

Perbandingan antara Hadits  dan  Injil  harus  berhenti
disini,  oleh  karena  jika kita membicarakan kebenaran
Hadits ini atau Hadits  itu,  kita  akan  mirip  kepada
orang   yang  kembali  kepada  abad-abad  pertama  dari
Gereja, di mana  orang  hanya  menentukan  Injil  empat
walaupun di antara empat itu terdapat kontradiksi dalam
beberapa persoalan. Adapun Injil-Injil  yang  ada  pada
waktu  itu  harus  disembunyikan,  itulah sebabnya maka
Injil-Injil  selain  yang  empat  itu  dinamakan  Injil
apokrif yakni yang tersembunyi.

Ada  lagi  perbedaan yang fundamental antara Kitab Suci
dalam agama Masehi dan dalam Islam  yaitu  bakwa  agama
Masehi  tidak mempunyai teks yang diwahyukan, jadi teks
yang tetap,  sedang  Islam  mempunyai  Al  Qur-an  yang
memenuhi syarat wahyu dan tetap.

Al  Qur-an  adalah  penjelmaan wahyu yang diterima oleh
Muhammad dari Tuhan dengan perantaraan Jibril.  Setelah
ditulis,  dan dihafal, Qur-an dibaca oleh kaum muslimin
di waktu sembahyang dan khususnya pada bulan  Ramadlan,
Al  Qur-an  dibagi-bagi  dalam  surat-surat  oleh  Nabi
Muhammad sendiri. Setelah Nabi Muhammad meninggal, pada
zaman Khalifah Usman (tahun 12-14 setelah wafatnya Nabi
Muhammad) Qur-an  dibukukan  sehingga  menjadi  seperti
yang kita lihat sekarang.

Berbeda  sekali  dengan  apa  yang terjadi dalam Islam,
wahyu   (Kitab   Suci)    Kristen    didasarkan    atas
kesaksian-kesaksian  manusia  yang  bermacam-macam  dan
tidak langsung. Orang Kristen tak  mempunyai  kesaksian
dari  seorang  saksi  hidup  dari zaman Yesus, walaupun
banyak sekali orang Kristen  tak  mengetahui  hal  ini.
Dengan    begitu    maka   timbullah   soal   kebenaran
(autentitas) teks kitab suci  Kristen  dan  teks  kitab
suci Islam.

Di  samping  hal  tersebut  di atas, konfrontasi antara
teks Kitab Suci Kristen dengan penemuan-penemuan ilmiah
selalu menjadi bahan pemikiran manusia. Mula-mula orang
berpendirian bahwa keserasian antara Kitab Suci (Injil)
dan  Sains  merupakan  unsur yang pokok dalam kebenaran
(autentitas) teks Kitab  Suci.  Santo  Agustinus  dalam
suratnya  no.  82  yang  akan  kami  muat  nanti, telah
menetapkan prinsip tersebut  secara  formal.  Kemudian,
setelah     Sains     berkembang,     terasa     adanya
perbedaan-perbedaan  antara   Bibel   dan   Sains   dan
pemimpin-pemimpin  agama  Kristen tidak mengadakan lagi
pendekatan  antara   keduanya.   Dengan   begitu   maka
timbullah  suatu  situasi yang berbahaya dan pada waktu
ini berhadapanlah  ahli  Bibel  dan  para  ahli  Sains.
Sesungguhnya  tak  mungkin orang mengatakan bahwa wahyu
Illahi dapat menyebutkan sesuatu hal yang secara ilmiah
sudah  dibuktikan  keliru.  Hanya  ada satu jalan untuk
penyesuaian   logis,  yaitu  dengan  mengatakan   terus
terang  bahwa bagian-bagian dari Bibel yang menyebutkan
hal-hal yang tidak dapat diterirna  oleh  Sains,  harus
dinyatakan  salah.  Tetapi  pemecahan persoalan seperti
tersebut tidak pernah dilakukan.  Orang  Kristen  tetap
berpegang  teguh  kepada  kemurnian teks Bibel, dan hal
ini memaksa  ahli-ahfi  tafsir  Injil  untuk  mengambil
sikap yang bertentangan dengan akal ilmiah.

Islam, seperti Santo Agustinus bersikap terhadap Bibel,
mengatakan bakwa antara teks Al Qur-an dan  fakta-fakta
ilmiah  selalu  ada  keserasian.  Penyelidikan  teks Al
Qur-an pada zaman modern  tidak  menunjukkan  perlunya,
peninjauan  baru  tentang  sikap  tersebut.  Al Qur-an,
sebagai  nanti  akan  diterangkan  secara   terperinci,
menyebutkan  fakta-fakta yang banyak hubungannya dengan
Sains, dan dalam jumlah yang jauh lebih besar  daripada
masalah-masalah   dalam  Injil.  Tak  ada  perbandingan
antara jumlah terbatas daripada  sikap  Injil  mengenai
pengetahuan dengan jumlah yang besar daripada soal-soal
ilmiah yang tersebut dalam Al Quran. Tak ada  soal-soal
yang  tersebut  dalam  Al Qur-an yang dapat dibohongkan
oleh Sains. Inilah hasil yang pokok  dari  penyelidikan
ini.

Di  lain pihak pembaca akan mendapatkan pada akkir buku
ini bahwa mengenai kumpulan sabda-sabda  Nabi  (hadits)
yang  tidak  merupakan  teks wahyu Qur-an, keadaan agak
berlainan, karena beberapa hadits  tertentu  tak  dapat
diterima menurut Sains. Hadits-hadits semacam itu telah
diselidiki   menurut   prinsip-prinsip   Qur-an    yang
menganjurkan pemakaian fakta dan akal dan sebagai hasil
penyelidikan  ini,  beberapa  Hadits  telah  dinyatakan
tidak autentik (tidak benar).

Pemikiran  tentang  ciri-ciri  yang dapat diterima atau
ditolak  secara  ilmiah  mengenai  teks   Kitab   Suci,
memerlukan  suatu  penjelasan. Jika kita bicara tentang
hasil ilmiah, kita maksudkan hanya hal-hal  yang  sudah
dinyatakan  secara  definitif. Dengan begitu kita harus
menjauhkan   theori-theori   explicatif    (teori-teori
penafsiran)  yang  berfaedah  untuk  memberi penjelasan
tentang sesuatu fenomena, tetapi yang mungkin  sebentar
lagi  terpaksa  dihapuskan  dan  diganti  dengon theori
lainnya yang lebih sesuai dengan  perkembangan  ilmiah.
Yang  saya selidiki di sini adalah fakta-fakta yang tak
dapat dikembalikan  kepada  masa  sebelumnya,  walaupun
Sains  hanya  memberi  penjelasan yang kurang sempurna,
tetapi  cukup  kuat   dan   tidak   mengandung   resiko
kesalahan.

Umpamanya, kita tidak tahu kapan manusia mulai hidup di
atas  bumi  ini,  walaupun  secara  kira-kira;   tetapi
kemudian  telah ditemukan bekas-bekas pekerjaan manusia
yang oleh ilmu pengetakuan dianggap secara pasti  telah
terjadi  10  ribu tahun sebelum lahirnya Nabi Isa. Atas
dasar  tersebut  maka   kita   tidak   dapat   menerima
pernyataan  Bibel  bahwa asal manusia (penciptaan Adam)
adalah pada abad ke 37 sebelum Nabi  Isa  sebagai  yang
disebutkan   oleh  Perjanjian  Lama  (Kitab  Kejadian).
Mungkin dikemudian hari Sains dapat  menentukan  secara
lebih pasti dari pengetahuan kita sekarang, akan tetapi
kita sudah yakin dari sekarang bahwa tak mungkin  orang
membuktikan bahwa manusia sudah berada di bumi semenjak
5736 tahun seperti yang dikatakan oleh Perjanjian Lama.
Dengan  begitu  maka  keterangan  Bibel tentang umurnya
jenis manusia sudah terang salah.

Konfrontasi  dengan  Sains   tidak   akan   menyinggung
soal-soal  yang  semata-mata  bersifat  keagamaan. Jadi
Sains tak akan dapat menjelaskan cara  bagaimana  Tuhan
menampakkan   kehadiranNya   kepada   Nabi  Musa,  atau
menjelaskan rahasia yang  mengelilingi  kelahiran  Nabi
Isa   dengan  tak  mempunyai  Bapak  alamiah.  Mengenai
hal-hal tersebut Kitab-kitab Suci  juga  tidak  memberi
penjelasan. Penyelidikan dalam buku ini adalah mengenai
kejadian-kejadian alamiah bermacam-macam yang  tersebut
dalam    kitab-kitab    Suci    dan   disertai   dengan
tafsiran-tatsiran bermacam-macam pula.  Dalam  hal  ini
perlu  kita  perhatikan  kekayaan  yang  melimpah  yang
terkandung dalam  Al  Qur-an-dan  kekurangan-kekurangan
yang terdapat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
mengenai hal yang sama.

Saya menyelidiki keserasian teks  Qur-an  dengan  Sains
modern  secara obyektif dan tanpa prasangka. Mula-mula,
saya mengerti, dengan membaca terjemahan, bahwa  Qur-an
menyebutkan  bermacam-macam  fenomena  alamiah,  tetapi
dengan membaca terjemahan  itu  saya  hanya  memperoleh
pengetahuan  yang  samar (ringkas). Dengan membaca teks
Arab  secara  teliti  sekali  saya   dapat   mengadakan
inventarisasi  yang  membuktikan  bakwa Al Qur-an tidak
mengandung sesuatu pernyataan yang dapat dikritik  dari
segi pandangan ilmiah di zaman modern ini.

Saya  telah  melakukan  penyelidikan yang sama terhadap
Perjanjian Lama dan  Injil.  Mengenai  Perjanjian  Lama
saya  tak  perlu  menyelidiki  lebih  jauh  dari  Kitab
Kejadian untuk mendapatkan pernyataan-pernyataan;  yang
tak   dapat   disesuaikan  dengan  hal-hal  yang  sudah
ditetapkan secara pasti oleh Sains di zaman sekarang.

Mengenai  Injil  (Perjanjian  Baru),   dengan   membaca
genealogi  (silsilah  keturunan) Nabi Isa yang terdapat
dalam halaman  pertama,  saya  telah  terjerumus  dalam
persoalan  yang sangat serius, karena teks Injil Matius
dalam hal ini sangat kontradiksi  dengan  Injil  Lukas,
dan Injil Lukas menunjukkan ketidakserasian dengan ilmu
pengetahuan modern mengenai asal mula manusia  di  atas
bumi.

Adanya  kontradiksi,  ketidak  serasian  ini, saya kira
tidak akan merubah  kepercayaan  kepada  adanya  Tuhan,
karena  hal-hal tersebut hanya mengenai tulisan-tulisan
manusia. Tak ada orang yang dapat menerangkan bagaimana
teks  yang  asli  dan  yang mana yang merupakan redaksi
yang aneh dan yang mana yang merupakan  perubahan  yang
dimasukkan dengan sengaja atau yang mana yang merupakan
perubahan yang tak disengaja.

Yang sangat  menarik  perhatian  pada  waktu  sekarang,
adalah bahwa menghadapi kontradiksi dan ketidakserasian
dengan hasil Sains, para ahli  penyelidikan  Bibel  ada
yang  pura-pura  tidak  mengetahuinya dan ada pula yang
mengetahui   kesalahan-kesalahan   itu;   akan   tetapi
berusaha  untuk  menutupinya dengan akrobatik dialektik
(permainan kata-kata).

Mengenai Injil Matius dan Injil Yahya saya akan memberi
contoh tentang cara-cara apologetik yang diberikan oleh
ahli-ahli tafsir Injil yang ternama. Cara-cara menutupi
(camuflaseJ    kesalahan    atau   kontradiksi   dengan
menamakannya secara halus  "kesukaran"  biasanya  dapat
berhasil,  dan  ini  menunjukkan  bahwa  terlalu banyak
orang Kristen yang tidak mengetahui kesalahan-kesalahan
yang  serius dalam beberapa bagian dari Perjanjian Lama
dan Perjanjian  Baru.  Para  pembaca  akan  mendapatkan
contoh-contoh yang tepat dalam bagian pertama dan kedua
dalam buku ini!

Dalam bagian ketiga, pembaca  akan  mendapatkan  contoh
aplikasi  Sains  dalam  menyelidiki Kitab Suci, bantuan
dari  ilmu  pengetahuan  modern  untuk  lebih  memahami
ayat-ayat   Qur-an  yang  sampai  sekarang  masih  jadi
teka-teki atau masih belum dapat difahami. Hal ini  tak
perlu  mengherankan karena dalam Islam agama, dan Sains
selalu dianggap sebagai saudara  kembar.  Dari  semula,
mempelajari   Sains  merupakan  bagian  dari  kewajiban
keagamaan,  Aplikasi  ajaran  ini  telah   menghasilkan
kekayaan  ilmiah  yang melimpah pada zaman perkembangan
kebudayaan Islam, yang juga telah menjadi  sumber  bagi
Barat pada zaman sebelum renaissance.

Pada   zaman  sekarang  kemajuan  yang  diperoleh  oleh
manusia karena Sains  dalam  menafsirkan  ayat-ayat  Al
Qur-an  yang  selama  ini  tak  dimengerti atau disalah
tafsirkan, merupakan puncak daripada konfrontasi antara
Kitab Suci dengan Sains.


 --------------------------------------------------------------------------------BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta






 Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille "kata pengantar Penulis bag I "


 Kata Pengantar (1/2)

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


 Masing-masing dari tiga agama Samawi mempunyai kumpulan
kitab  yang khusus. Dokumen-dokumen itu merupakan dasar
kepercayaan tiap penganut  agama  itu,  baik  ia  orang
Yahudi, orang Kristen atau orang Islam. Dokumen-dokumen
tersebut bagi mereka itu merupakan penjelmaan  material
daripada  wahyu  Ilahi,  yang  bersifat  wahyu langsung
seperti yang diterima oleh Nabi Ibrahim atau Nabi Musa,
atau  merupakan wahyu yang tidak langsung seperti dalam
hal Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Nabi Isa  berkata  atas
nama Bapa dan Nabi Muhammad menyampaikan kepada seluruh
manusia  wahyu-wahyu  Tuhan  yang  ia   terima   dengan
perantaraan malaikat Jibril.

Untuk  membicarakan sejarah Agama, saya mengambil sikap
untuk menempatkan Perjanjian Lama, Perjanjian Baru  dan
Qur-an   dalam   tempat   yang  sejajar  sebagai  wahyu
tertulis. Sikap  saya  tersebut  yang  pada  prinsipnya
dapat  disetujui  oleh  umat Islam, tidak diterima oleh
pengikut agama di negeri-negeri Barat yang  terpengaruh
oleh agama Yakudi dan Kristen, karena rnereka itu tidak
mengakui Qur-an sebagai suatu kitab yang diwahyukan.

Sikap  seperti  tersebut  nampak  dalam   masing-masing
kelompok  jika  menghadapi  kedua  agama lainnya, dalam
soal Kitab Suci.

Kitab Sucinya agama Yahudi adalah Bibel  Ibrani.  Bibel
bahasa  Ibrani  ini  berbeda  daripada  Perjanjian Lama
menurut   agama   Masehi    dengan    tambahan-tambahan
fasal-fasal yang tak terdapat dalam bahasa Ibrani. Dari
segi praktek, perbedaan ini tidak menyebabkan perubahan
dalam  aqidah.  Akan  tetapi  orang-orang  Yahudi tidak
percaya kepada adanya sesuatu wahyu sesudah kitab  suci
mereka.

Agama  Masehi  menerima Bibel Ibrani dengan menambahkan
beberapa tambahan. Akan  tetapi  tidak  dapat  menerima
segala   sesuatu   yang   termuat   di  dalamnya  untuk
membuktikan kenabian Isa. Gereja Masehi telah melakukan
potongan-potongan yang sangat penting dalam fasal-fasal
yang mengenai  kehidupan  Isa  serta  ajaran-ajarannya.
Gereja  Masehi  tidak  memasukkan dalam Perjanjian Baru
kecuali tulisan-tulisan yang sangat terbatas jumlahnya,
yang  terpenting  ialah  Injil yang empat. Agama Masehi
tidak menganggap adanya wahyu yang turun  sesudah  Nabi
Isa dan sahabatnya. Dengan begitu mereka tidak mengakui
Al Qur-an.

Enam abad setelah Nabi Isa,  Al  Qur-an  sebagai  wahyu
terakhir,  banyak menyebutkan Bibel Ibrani serta Injil.
Al Qur-an sering menyebut Torah1 dan Injil.  Al  Qur-an
mewajibkan  kepada  semua  orang  muslim  untuk percaya
kepada kitab-kitab sebelumnya (surat 4  ayat  136).  Al
Qur-an  menonjolkan  kedudukan  tinggi para Rasul dalam
sejarah Wahyu, seperti Nabi  Nuh,  Nabi  Ibrahim,  Nabi
Musa  dan  para  Nabi Bani Israil, dan juga kepada Nabi
Isa (Yesus) yang mempunyai kedudukan istimewa di ancara
mereka.  Kelahiran  Yesus  telah  dilukiskan  dalam  Al
Qur-an  sebagai  suatu  kejadian  ajaib  (supernatural)
seperti   juga   dilukiskan   oleh   Injil.  Al  Qur-an
menyebutkan Maryam secara istimewa. Bukankah surat  no.
19 dalam Qur-an bernama surat Maryam?

Perlu  saya  nyatakan bahwa hal-hal yang mengenai Islam
pada  umumnya  tak  diketahui  orang  di  negeri-negeri
Barat.  Hal  ini tidak mengherankan jika kita mengingat
bagaimana generasi-generasi diberi pelajaran agama  dan
bagaimana   selama  itu  mereka  itu  dikungkung  dalam
ketidak  tahuan  mengenai  Islam.  Pemakaian  kata-kata
"religion  Mahometane"  (Mohamedanism)  dan  Mahometans
(Mohamedans)  sampai  sekarang  masih  sering  dipakai,
untuk  memelihara suatu anggapan yang salah yakni bakwa
Islam adalah kepercayaan yang  disiarkan  oleh  seorang
manusia,  dan dalam Islam itu tak ada tempat bagi Tuhan
(sebagaimana yang difahamkan oleh kaum Masehi).  Banyak
kaum  terpelajar  zaman  sekarang  yang  tertarik  oleh
aspek-aspek    Islam    yang     mengenai     filsafat,
kemasyarakatan atau ketatanegaraan, tetapi mereka tidak
menyelidiki lebih  lanjut  bagaimana  dalam  mengetahui
aspek-aspek  itu  mereka  sesungguhnya bersumber kepada
wahyu  Islam.  Biasanya  orang  bertitik   tolak   dari
anggapan  bahwa  Mohammad  bersandar kepada wahyu-wahyu
yang diterima nabi-nabi  sebelum  dia  sendiri,  dengan
begitu   mereka   ingin   mengelak  dari  mempersoalkan
"wahyu."

Orang-orang Islam selalu dianggap remeh  oleh  golongan
tertentu  dalam umat Kristen. Saya mempunyai pengalaman
dalam hal ini, ketika ssya berusaha  mengadakan  dialog
untuk  penelitian  perbandingan  antara  teks Bibel dan
teks  Qur-an  mengenai  sesuatu  masalah;  saya  selalu
disambut  dengan  penolakan  untuk  menyelidiki sesuatu
yang mungkin diungkapkan oleh  Al  Qur-an  tentang  hal
tersebut.   Hal   seperti   ini   seakan-akan   berarti
menganggap bahwa  Qur-an  itu  ada  hubungannya  dengan
Syaitan.

Pada  akhir-akkir  ini  telah  terjadi  perubahan besar
dalam tingkat tertinggi daripada Dunia Kristen. Setelah
konsili  Vatican  II  (1963-1965),  sekretariat Vatican
(Departemen)  untuk  urusan-urusan  dengan  umat  bukan
Kristen,  menyiarkan  Dokumen  "Orientasi  untuk dialog
antara umat Kristen dan  umat  Islam;"  cetakan  ketiga
terbit  pada  tahun  1972. Dokumen tersebut menunjukkan
pergantian sikap yang mendalam secara resmi,  mula-mula
Dokumen  tersebut  mengajak  untuk  melempar jauh image
yang diperoleh umat Kristen tentang Islam  yaitu  image
usang  yang  telah  diwarisi  dari masa yang silam atau
image  yang  salah  karena  didasarkan  prasangka   dan
fitnahan. Kemudian Dokumen tersebut mengakui terjadinya
ketidak adilan  pada  masa  yang  lalu,  yaitu  ketidak
adilan  yang dilakukan oleh Pendidikan Kristen tethadap
umat Islam" diantaranya mengenai gambaran umat  Kristen
yang  salah  tentang  fatalisma Islam, juridisma Islam,
fanatisma dan lain-lain.  Dokumen  tersebut  menegaskan
kesatuan  akan  Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Serta menyebutkan bahwa Kardinal Koenig telah  membikin
para pendengarnya tercengang ketika dalam ceramah resmi
di  Universitas  Al  Azhar  pada   bulan   Maret   1969
menerangkan   hal   tersebut.   Dokumen  tersebut  juga
mengatakan  bahwa   sekretariat   (Departemen)   urusan
non-Kristen mengajak umat Kristen pada tahun 1967 untuk
mengucapkan selamat kepada umat Islam sehubungan dengan
bulan   puasa   Ramadlan   "sesuatu  nilai  agama  yang
autentik."

Usaha-usaha untuk pendekatan antara Vatican  dan  Islam
telah  diikuti  dengan  bermacam-macam  manifestasi dan
pertemuan yang konkrit. Tetapi hal-hal  tersebut  hanya
diketahui  oleh  jumlah  yang  sangat  sedikit di Barat
walaupun mass media seperti pers,  radio  dan  telerisi
tidak kurang.

Surat-surat kabar menyiarkan tentang kunjungan Kardinal
Pignedoli, Ketua Departemen urusan bukan Kristen kepada
Baginda  (almarhum) raja Faisal dari Saudi Arabia, pada
tanggal 24 April 1974. Harian Le Monde (Dunia)  tanggal
25  April  1974  hanya memuat berita itu dalam beberapa
baris. Tetapi berita  tersebut  adalah  penting  karena
Kardinal  Pignedoli  menyampaikan  kepada  Sri  Baginda
pesan dari Paus Paulus VI yang berisi: rasa hormat Paus
Paulus VI, yang diiringi dengan keyakinan yang mendalam
tentang kesatuan Dunia Islam  dan  Dunia  Kristen  yang
kedua-duanya menyembah Tuhan yang Satu.

Enam  bulan  kemudian  pada  bulan  Oktober  1974, Paus
Paulus  VI  secara  resmi  menerima  ulama-ulama  Saudi
Arabia di Vatican. Pada waktu itu juga diadakan diskusi
antara pihak Islam dan pihak Kristen mengenai:  Hak-hak
manusia  dalam Islam. Surat kabar Vatican L'observatore
Romano yang terbit pada tanggal 26 Oktober 1974  memuat
berita   diskusi   tersebut   pada   halaman   pertama.
Berita-berita  tersebut  mengambil  tempat  yang  lebih
besar  daripada  berita tentang penutupan sidang Synode
uskup-uskup di Roma.

Ulama-ulama Arabia kemudian mengunjungi Majelis Ekumeni
Gereja   di   Geneva   dan   diterima  oleh  Monsigneur
Elchenger, uskup Strasburg yang kemudian meminta kepada
mereka   untuk   sembahyang  lohor  di  Kathedral.  Hal
tersebut saya sajikan  karena  luar  biasa  dan  karena
artinya  yang  besar.  Tetapi  meskipun  begitu sedikit
sekali   orang   yang   saya   tanya   dapat   mengerti
kejadian-kejadian tersebut.

Sikap  keterbukaan  terhadap  Islam  yang diperlihatkan
oleh Paus Paulus VI yang pernah berkata, dijiwai dengan
kepercayaan  penah  tentang  kesatuan  Dunia  Islam dan
Kristen yang rnenyembah Tuhan Yang Satu,  akan  membuka
halaman  baru  dalam  hubungan  kedua  agama. Mengingat
sikap Kepala Gereja Katolik terhadap umat Islam  adalah
perlu  sekali,  karena  banyak orang Kristen terpelajar
masih berfikir seperti  yang  dilukiskan  oleh  Dokamen
Orientasi  untuk  Dialog  antara  umat Kristen dan umat
Islam  dan  tetap  menolak  menyelidiki   ajaran-ajaran
Islam.  Dan  karena  sikap  tersebut mereka tetap tidak
memahami realitas dan  tetap  berpegangan  kepada  idea
yang sangat salah mengenai Wahyu Islam.

Bagaimanapun  juga  adalah  sangat wajar jika seseorang
mempelajari aspek wahyu dalam suatu  agama  Samawi,  ia
akan  mengadakan  perbandingan dengan dua agama lainnya
mengenai  persoalan  yang  sama.  Sesuatu  penyelidikan
tentang   sekelompok   masalah-masalah   lebih  menarik
daripada penyelidikan tentang  hanya  sesuatu  masalah.
Oleh karena itu konfrontasi dengan hasil-hasil penemuan
ilmu pengetahuan abad XX mengenai masalah-masalah  yang
tersebut  dalam  kitab suci, adalah penting bagi ketiga
agama itu. Bukankah lebih baik jika  ketiga  agama  itu
merupakan  suatu  blok  yang  kompak  dalam  menghadapi
bahaya materialisma yang mengancam  Dunia.  Pada  waktu
ini,  di  kalangan-kalangan  ilmu  pengetahuan, baik di
negeri-negeri  yang  di  bawah  pengaruh  agama  Yahudi
Kristen  (Barat)  maupun  di negeri-negeri Islam banyak
orang berpendapat  bakwa  agama  dan  Sains  tak  dapat
disesuaikan.  Untuk  membicarakan  soal  ini, agama dan
ilmu, perlu pembahasan yang sangat  luas.  Akan  tetapi
saya   hanya   akan   membicarakan  satu  aspek  yaitu:
penyelidikan   tentang    Kitab-kitab    Suci    dengan
mempergunakan pengetahuan Sains modern.

Maksud   tersebut   mendorong  untuk  mengajukan  suatu
pertanyaan yang fundamental: Sampai di mana kita  dapat
menganggap  teks  kitab-kitab suci yang kita miliki itu
autentik? Soal ini  mendorong  kita  untuk  menyelidiki
kejadian-kejadian   yang   terjadi   sebelum  pembukuan
Kitab-kitab Suci tersebut sehingga sampai  kepada  kita
sekarang

Penyelidikan  tentang  Kitab  Suci  dengan  menggunakan
kritik  teks  adalah  baru.   Mengenai   Bibel,   yakni
Perjanjian    Lama    dan   Perjanjian   Baru,   selama
berabad-abad manusia sudah  puas  dengan  menerima  apa
adanya.  Membaca  Kitab  Suci tersebut hanya diperlukan
untuk maksud-maksud apologetik (mempertahankan  agama).
Adalah  suatu  dosa  untuk  menunjukkan  pikiran kritik
terhadap isi Kitab Suci  itu.  Para  rohaniawan  Gereja
mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan yang
menyeluruh tentang Kitab-kitab Suci. Adapun orang  awam
kebanyakan   hanya   menerima   potongan-potongan  yang
dipilih untuk dipakai dalam do'a atau khutbah.

                                       bersambung (2/2)


 --------------------------------------------------------------------------------BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta






| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille " Kata Pengantar Penterjemah"


 Kata Pengantar Penterjemah

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------



 

 Pada bulan Maret 1977 saya  mendapat  kesempatan  untuk
menghadiri  konferensi  internasional  Islam-Kristen di
kota Cordoba di Spanyol. Bepergian saya tersebut sangat
berfaedah,  karena memberi gambaran kepada saya tentang
masa gemilang umat  Islam  di  negeri  Spanyol.  Masjid
Kurtubah yang sudah berusia 12 abad (didirikan 786) itu
masih berdiri dengan  megahnya,  wulaupun  sudah  tidak
dipakai  untuk  sembahyang  dan  di  dalamnya didirikan
sebuah Katedral.

Setelah selesai konferensi, saya mengunjungi Kota Paris
untuk  mengenang masa muda saya, ketika pada tahun 1956
saya mempertahankan tesis saya di Sorbonne. Pada  suatu
hari,  saya  mengunjungi  Masjid  Paris yang megah, dan
secara tidak sengaja, saya  dapatkan  tempat  penjualan
gamban-gambar Masjid, yang disukai oleh tourist-tourist
asing. Di tempat itu saya ketemukan buku yang  berjudul
La  Bible,  le  Coran  et la Science (Bibel, Qur-an dan
Sains modern). Segera saya  membeli  satu  naskah,  dan
terus pulang ke Hotel. Buku itu saya baca sampai tamat.

Buku  tersebut  telah  menarik hati saya. Seorang tabib
ahli bedah berkebangsaan Perancis,  yaitu  Dr.  Maurice
Bucaille  telah  mengadakan studi perbandingan mengenai
Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan  Qur-an
serta  Sains  modern.  Akhirnya  ia mendapat kesimpulan
bahwa  dalam  Bibel  terdapat  kesalahan   ilmiah   dan
sejarah,  karena  Bibel  telah ditulis oleh manusia dan
mengalami perubahan-perubahan yang dibuat oleh manusia.
Mengenai   Al   Qur-an   ia  berpendapat  bahwa  sangat
mengherankan bahwa suatu wahyu yang diturunkan 14  abad
yang  lalu, memuat soal-soal ilmiah yang baru diketahui
manusia pada abad XX atau  abad  XIX  dan  XVIII.  Atas
dasar  itu, Dr. Maurice Bucaille berkesimpulan bahwa Al
Qur-an adalah wahyu Ilahi yang murni dan Nabi  Muhammad
adalah Nabi terakhir.

Setelah  membaca  buku tersebut, saya merasa bahwa saya
harus menyampaikan  isi  buku  tersebut  kepada  bangsa
Indonesia,  yang selalu menunjukkan perhatiannya kepada
agama.

Maka saya terjemahkan  buku  tersebut,  dengan  harapan
mudah-mudahan  isinya  dapat  dimanfaatkan  oleh mereka
yang mencari  kebenaran  dan  mencari  pegangan  hidup,
khususnya    para   cendekiawan   yang   tidak   sempat
mempelajari Islam dari sumber-sumber yang memuaskan.

Saya panjatkan syukur kepada Allah  s.w.t.  yang  telah
memberi saya tenaga untuk melaksanakan terjemahan ini.

Jakarta 1 September 1978.
M. Rasjidi.


 --------------------------------------------------------------------------------BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta






| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille Daftar Isi


 DAFTAR ISI

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------



 

 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR PENTERJEMAH
KATA PENGANTAR
PERJANJIAN LAMA
 I. TINJAUAN UMUM
    Siapakah pengarang Perjanjian Lama?
    Asalnya Bibel (Perjanjian Lama)
II. KITAB-KITAB (FASAL-FASAL) PERJANJIAN LAMA
    Taurah atau Pentateuque
    Perincian Pembagian Teks Yahwist dan Teks Sakerdotal
       dalam Bagian 1-11 dari Kitab Kejadian
    Bagian-Bagian yang Mengenai Sejarah
    Fasal-fasal Kenabian
    Fasal Syair-syair dan hikmah
III. PERJANJIAN LAMA DAN SAINS, SEKEDAR MENGEMUKAKAN FAKTA
    Penciptaan Alam
    Riwayat Pertama
    Fasal 1, ayat 1 dan 2,
    Ayat 3  sampai 5
    Ayat 6 sampai 8
    Ayat 9 sampai 13
    Ayat 14 sampai 19
    Ayat 20 sampai 23
    Ayat 24 sampai 31
    Riwayat Kedua
    Fasal 2, 4b-7
    Tahun penciptaan alam dan tahun munculnya
       manusia di atas bumi
    A. Dari Adam sampai Ibrahim
       Silsilah Nabi Adam
    B. Dari Nabi Ibrahim Sampai Nabi Isa
       Banjir Nabi Nuh
IV. SIKAP PENGARANG PENGARANG KRISTEN TERHADAP
    KESALAHAN ILMIAH DARI TEKS BIBEL
    Penelitian Mereka Yang Kritis
V. KESIMPULAN

INJIL
 I. PENGANTAR
II. MENGINGAT KEMBALI SEJARAH
    Agama Yahudi Kristen (Judeo-Christianisme) dan Paulus
III. INJIL EMPAT, SUMBER-SUMBER DAN SEJARAHNYA
    Injil karangan Matius
    Injil Markus
    Injil Lukas
    Injil Yahya
    Sumber-sumber Injil
    Sejarah teks
IV. INJIL-INJIL DAN SAINS MODERN
    Silsilah Keturunan Yesus
    Silsilah keturunan Yesus
    Kitab Asal-usul Yesus Kristus, Anak Daud, Anak Ibrahim
    Silsilah Yesus Sebelum David
    Silsilah Yesus Sesudah David
    Perbedaan-Perbedaan Menurut Manuskrip dan dalam
       Hubungannya dengan Perjanjian Lama
    a). Injil Matius
    b). Injil Lukas
    Penyelidikan kritik mengenai teks
    1. Periode dari Adam sampai Ibrahim
    2. Periode dari Abraham sampai David
    3. Periode sesudah David
    4. Tafsiran Para Ahli Tafsir Modern
V.  KONTRADIKSI-KONTRADIKSI DAN KEKELIRUAN KEKELIRUAN RIWAYAT
    Riwayat-riwayat penyaliban
    Dalam Injil Yahya, Lembaga Ekaristi tak disebut-sebut
    Yesus yang dibangkitkan dari Kubur menampakkan Diri
    Yesus Naik ke Langit
    Percakapan Yesus yang terakhir.
    Paraklet yang tersebut dalam Injil Yahya
VI. KESIMPULAN   


 --------------------------------------------------------------------------------BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta






| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------




BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern karya MAURICE BUCAILLE


 Konsili Vatikan

| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------

                         I. PENGANTAR

Secara apriori mengasosiasikan Qur-an dengan  Sains,  adalah
mengherankan,   apalagi  jika  asosiasi  tersebut  berkenaan
dengan  hubungan  harmonis  dan  bukan  perselisihan  antara
Qur-an  dan  Sains.  Bukankah untuk menghadapkan suatu kitab
suci dengan pemikiran-pemikiran  yang  tak  ada  hubungannya
seperti  ilmu  pengetahuan, merupakan hal yang paradoks bagi
kebanyakan orang pada zaman ini? Sesungguhnya sekarang  para
ahli   Sains   yang  kebanyakannya  terpengaruh  oleh  teori
materialis, menunjukkan sikap acuh  tak  acuh  bahkan  sifat
rnerendahkan   terhadap   soal-soal   agama,  karena  mereka
memandangnya  sebagai  hal  yang  didasarkan  atas  legenda.
Selain  daripada itu, di negeri Barat (negeri pengarang, dan
kalangan orang-orang yang terpelajar menurut sistem  Barat),
jika seseorang berbicara tentang Sains dan agama, kata agama
itu difahami sebagai agama Yahudi dan Kristen tetapi tak ada
orang  yang  memasukkan  Islam dalam kata agama itu. Tentang
Islam, orang Barat mempunyai gambaran yang salah dan  karena
itu  mereka  juga menunjukkan penilaian yang salah, sehingga
sampai hari ini sangat susah bagi mereka  untuk  mendapatkan
gambaran  yang  tepat  dan  sesuai  dengan ajaran Islam yang
sebenarnya.

Sebagai pengantar untuk konfrontasi antara Wahyu  Islam  dan
Sains,  adalah  sangat perlu untuk memberikan suatu tinjauan
tentang agama yang  sangat  tidak  dikenal  di  negeri  kita
(Europa, Perancis).

Penilaian  yang  salah terhadap Islam di Barat adalah akibat
kebodohan atau akibat sikap meremehkan dan mencemoohkan yang
dilakukan   secara   sistematis.   Akan   tetapi  di  antara
kekeliruan-kekeliruan yang tersiar,  yang  paling  berbahaya
adalah  kekeliruan-kekeliruan  atau  pemalsuan  fakta;  jika
kekeliruan penilaian dapat dimaafkan, maka  penyajian  fakta
yang  bertentangan dengan fakta yang sebenarnya, tidak dapat
dimaafkan.   Adalah   menyedihkan    jika    kita    membaca
kebohongan-kebohongan besar dalam buku-buku yang serius yang
ditulis oleh pengarang-pengarang yang mestinya sangat  ahli.
Umpamanya  kita  baca  dalam Encyclopedia Universalis, jilid
VI,  artikel  :  Evangile  (Injil),  suatu  isyarat   kepada
perbedaan   antara   Injil  dan  Qur-an.  Pengarang  artikel
tersebut   menulis:   "Pengarang-pengarang    Injil    tidak
mengaku-aku,   seperti   Qur-an,   menyampaikan  otobiografi
(riwayat hidup diri  sendiri)  yang  didiktekan  oleh  Tuhan
kepada  Rasulnya  secara ajaib." Begitulah kata penulis itu,
padahal Qur-an bukan otobiografi. Qur-an adalah tuntunan dan
nasehat.  Terjemahan  Qur-an  yang  paling  jelek juga dapat
mengungkapkan  kenyataan  ini   kepada   pengarang   artikel
tersebut.  Pernyataan  tersebut  di atas, yakni bahwa Qur-an
itu otobiografi sama besar kesalahannya  dengan  orang  yang
mengatakan    bahwa   Injil   itu   adalah   riwayat   hidup
pengarangnya.Yang  bertanggung   jawab   tentang   pemalsuan
terhadap  idea  Qur-an  itu  adalah  seorang  guru  besar di
Fakultas teologi Yesuite di kota  Lion  (Perancis  selatan);
tersiarnya  kekeliruan  semacam  ini  telah membantu memberi
gambaran yang salah tentang Qur-an dan Islam.

Walaupun begitu tetap ada harapan untuk memperbaiki keadaan,
karena  sekarang  agama-agama  tidak hidup sendiri-sendiri;
banyak agama yang mencari perkenalan  dan  pemahaman  timbal
balik. Kita terharu dengan fakta bahwa pada eselon tertinggi
orang-orang  Katolik  berusaha  untuk  memelihara   hubungan
dengan  umat  Islam,  serta menghilangkan kesalahfahaman dan
mengoreksi gambaran-gambaran yang keliru tentang Islam.

Saya  telah  menyebutkan  perubahan   besar   yang   terjadi
pada-tahun-tahun  yang  terakhir  ini  dan  menyebutkan pula
suatu dokumen  yang  dikeluarkan  oleh  Sekretariat  Vatikan
untuk  orang-orang bukan Kristen. Dokumen tersebut berjudul:
Orientasi untuk dialog antara umat Kristen dan  umat  Islam,
dokumen  itu sangat berarti karena sikap-sikap baru terhadap
Islam. Dalam cetakan  ketiga  (1970)  kita  dapatkan  ajakan
untuk "meninjau kembali sikap-sikap kita terhadap Islam, dan
mengkritik purbasangka kita" kita  dapatkan  pula  kata-kata
seperti "kita harus bekerja keras lebih dahulu untuk merubah
cara berfikir saudara-saudara umat Kristen, secara bertahap;
ini  adalah  yang  paling penting," "kita harus meninggalkan
gambaran gambaran kuno yang kita  warisi  dari  masa  lampau
atau  gambaran-gambaran  yang  dirubah  oleh  prasangka  dan
fitnahan,"  "kita  harus  mengakui   ketidak   adilan   yang
dilakukan  oleh  Barat  yang  beragama Kristen terhadap umat
Islam."  Dokumen Vatikan yang terdiri dari 150  halaman  itu
menolak pandangan-pandangan kuno umat Kristen terhadap Islam
dan menerangkan hal-hal yang sebenarnya .

Di   bawah   judul:   "membebaskan   diri   kita    daripada
prasangka-prasangka   yang   sangat  mashur,"  para  penulis
dokumen tersebut mengajak umat Kristen sebagai berikut:  "Di
sini kita harus melakukan pembersihan yang mantap dalam cara
berfikir  kita.  Secara  khusus  kami   pikirkan   penilaian
tertentu  yang  "sudah  jadi"  yang  sering  dilakukan orang
secara sembrono terhadap Islam. Adalah sangat penting  untuk
tidak   menghidup-hidupkan   dalam   hati   sanubari   kita,
pandangan-pandangan yang dangkal  dan  arbitrer  yang  tidak
dikenal oleh orang Islam yang jujur.

Salah  satu  daripada pandangan arbitrer yang sangat penting
untuk  diberantas  adalah  pandangan  yang  mendorong  untuk
memakai  kata  "Allah"  secara  sistematis untuk menunjukkan
Tuhannya umat Islam, seakan-akan  Tuhannya  umat  Islam  itu
bukan Tuhannya umat Kristen.

Allah  dalam bahasa Arab berarti Tuhan, Tuhan yang maha Esa,
maha Tunggal. Oleh karena itu untuk menterjemahkannya  dalam
bahasa  Perancis  kita harus rnemakai kata "Dieu," dan tidak
cukup hanya mengambil alih kata arab ("Allah")  karena  kata
ini  tak  dimengerti  orang Perancis. Bagi umat Islam, Allah
itu juga Tuhannya Nabi Musa dan Tuhannya Yesus."

Dokumen  Sekretariat  Vatikan  bagi   umat   bukan   Kristen
menekankan hal yang fundamental ini sebagai berikut:

"Adalah  tak berguna untuk mengikuti pendapat beberapa orang
Barat bahwa Allah itu sesungguhnya  bukan  Tuhan!  Teks-teks
yang  dihasilkan oleh Konsili telah membenarkan kata-kata di
atas. Orang tidak akan dapat meringkaskan kepercayaan  Islam
tentang  Tuhan,  secara  lebih  baik  dari  kata-kata  Lumen
Gentium (cahaya bagi manusia ) bagian dari  Dokumen  Konsili
Vatikan  II  (1962-1965)  yang  berbunyi: "Orang-orang Islam
yang mengikuti aqidah Nabi Ibrahim  menyembah  bersama  kita
kepada  Tuhan  yang  Tunggal, yang maha penyayang, yang akan
mengadili manusia pada hari akhir."

Semenjak itu orang mengerti mengapa  orang  Islam  melakukan
protes  terhadap  kebiasaan orang Barat memakai kata 'Allah'
untuk  Tuhan.  Orang-orang  Islam  yang  terpelajar   memuji
terjemahan  Qur-an  oleh  D. Masson yang memakai kata "Dieu"
(Tuhan) dan tidak memakai kata "Allah."

Orang Islam dan orang  Kristen  menyembah  Tuhan  yang  maha
Tunggal.

Kemudian Dokumen Vatikan mengkritik penilaian-penilaian lain
yang salah terhadap Islam.

"Fatalisme"  Islam,  suatu  prasangka  yang  tersiar   luas,
dibahas   dengan  mengutip  beberapa  ayat  Qur-an.  Dokumen
Vatikan tersebut menunjukkan hal-hal yang sebalik Fatalisme,
yakni  bahwa manusia itu akan diadili menurut tindakannya di
Dunia.

Dokumen  Vatikan  tersebut  juga  menunjukkan  bahwa  konsep
yuridisme  atau  legalisme dalam Islam itu salah, yang benar
adalah   sebaliknya,   yakni   kesungguhan    dalam    Iman.
Dibawakannya  pula  dua ayat yang sangat tidak dikenal orang
di Barat. Ayat pertama: "Tak ada paksaan dalam agama" (Surat
2  ayat  256). Ayat kedua: "Dan Tuhan tidak menjadikan dalam
agama sesuatu hal yang memaksa." (Surat 22 ayat 78)

Dokumen Vatikan tersebut juga  menentang  ide  yang  tersiar
luas   bahwa  Islam  itu  adalah  agama  "rasa  takut,"  dan
menjelaskan bahwa Islam adalah  agama  cinta,  cinta  kepada
orang-orang yang dekat, cinta yang berakar dalam Iman kepada
Allah. Dokumen Vatikan tersebut juga menolak anggapan  bahwa
tak ada "moral Islam," serta anggapan yang dianut oleh orang
Yahudi dan  orang  Kristen  bahwa  Islam  itu  adalah  agama
fanatisme.   Dalam  hal  ini  Dokumen  tersebut  mengatakan:
"Sesungguhnya, Islam dalam  sejarahnya  tidak  pernah  lebih
fanatik  daripada  kota-kota suci Kristen ketika kepercayaan
Kristen  bercampur  dengan  nilai  politik."  Di  sini  para
pengarang Dokumen Vatikan menyantumkan ayat-ayat Qur-an yang
diterjemahkan oleh orang Barat sebagai "Perang Suci."

"Perang suci yang dimaksudkan, dalam bahasa Arabnya  adalah:
Al  Jihad  fi  sabililah, usaha keras untuk menyiarkan agama
Islam  dan  mempertahankannya  terhadap   orang-orang   yang
melakukan     agressi."     Dokumen    Vatikan    meneruskan
keterangannya: "Al Jihad bukan "kherem" yang tersebut  dalam
Injil.  Jihad  tidak bermaksud untuk memusnahkan orang lain,
akan tetapi  untuk  menyiarkan  hak-hak  Tuhan  dan  hak-hak
manusia di negeri-negeri baru."

Kekerasan  yang timbul dalam Jihad adalah gejala-gejala yang
mengikuti hukum perang. Pada waktu peperangan Salib bukanlah
orang-    Islam    yang    selalu    melakukan   pembantaian
besar-besaran.

Dokumen  Vatikan  akhirnya  membicarakan  purbasangka  bahwa
Islam itu adalah agama beku yang mengungkung para pengkutnya
dalam Abad Pertengahan  yang  sudah  lampau  dan  menjadikan
mereka tidak sanggup untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan
tehnik  pada  zaman  modern.  Dokumen  tersebut  menyebutkan
perbandingan  dengan situasi-situasi serupa yang terdapat di
negara-negara Kristen dan menyatakan "Kami  menemukan  dalam
perkembangan   tradisional  pemikiran  Islam  suatu  prinsip
evolusi  yang  dapat  menjadi   pedoman   untuk   masyarakat
beradab."

Bahwa   Vatikan   mempertahankan  Islam,  saya  yakin,  akan
mengherankan pengikut-pengikut  agama  masa  kini,  baik  ia
orang   Yahudi,  orang  Kristen  atau  orang  lslam.  Gejala
tersebut merupakan manifestasi kesungguhan dan pikiran  yang
terbuka  yang bertentangan sama sekali dengan sikap-sikap di
masa  dahulu.   Tetapi   sayang,   sangat   sedikit   sekali
orang-orang  Barat  yang  mengetahui  pergantian  sikap yang
diambil oleh eselon tertinggi daripada Gereja Katolik.

Setelah kita mengetahui hal  tersebut  di  atas  kita  tidak
begitu  heran  untuk  mendengarkan  langkah-langkah  konkrit
selanjutnya  yang   dilaksanakan   untuk   pendekatan   ini.
Mula-mula  adalah kunjungan resmi kepala Secretariat Vatikan
untuk  orang-orang  bukan  Kristen  kepada  (almarhum)   Sri
Baginda  Raja  Faesal, raja Saudi Arabia, kemudian kunjungan
ulama-ulama Besar dari Saudi Arabia kepada Sri Paus Paul  Vl
pada  tahun  1974.  Kita merasakan arti spiritual yang dalam
ketika Monsigneur  Elchinger  menerima  para  ulama  itu  di
Cathedral   Strasbourg   dan   mempersilahkan  mereka  untuk
sembahyang di tengah-tengah Cathedral, walaupun menghadap ke
arah Ka'bah.


 --------------------------------------------------------------------------------BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern
Dr. Maurice Bucaille

Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science
Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi
Penerbit Bulan Bintang, 1979
Kramat Kwitang I/8 Jakarta






| Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis
--------------------------------------------------------------------------------


Tokoh-tokoh Muslim Beberapa Disiplin Ilmu.

 Tokoh-tokoh  Muslim Beberapa Disiplin Ilmu.

I.ILMU KEDOKTERAN.

a.Al-Rozi ( Rhases, 865 – 925 M ), menulis sekitar 200 jilid buku yang paling terkenal berjudul Al-Hawi tentang ilmu kedokteran. Raja Charles I memerintahkan untuk menterjemahkan Al-Hawi ke dalam Bahasa latin pada tahun 1279 M dg judul Liber Continens ( buku yang dapat dipakai untuk seluruh benua ). Sampai tahun 1542 M Al Hawi masih diterjemahkan dalam bahasa-bahasa Eropa . Tulisan Al-Razi tentang campak ( gabak, measles ) dan cacar ( small pox ) diterjemahkan dalam bahasa Inggris sudah 40 kali cetak ulang sampai tahun 1866 M.

b. Ali Abbas ( wafat 944 M ), menulis encyeclopedia kedokteran dengan judul Al-Kitab Al-Maliki yang diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan judul The Whole medical art. Terjemahan bahasa latin dengan judul Liber Regius.

c. Ibnu Sina ( Avicenna, 980 – 1037 M ). Bukunya Al-Qonun fit Thib ( Canon of  Medicine ) diterjemahkan dalam berbagai bahasa Eropa. Buku ini menjadi buku induk mahasiswa kedikteran waktu itu. Buku ini tak henti-hentinya dibaca, dipelajari, diterjemahkan, diterbitkan, didiskusikan sampai abad ke-18 M. Selama 4 abad, Alqonun fit Thib adalah text book dari ilmu kedokteran Eropa. Bahkan sampai tahun 1930 masih diterjemahkan  dalam bahasa Inggris dalam bentuk fragmen-fragmen. Beliau mendapat julukan Father of Doctors. Donald Campbell mengatakan : “ Eropa pada abad pertengahan memandang ilmu pengobatan Arab dengan rasa takut bercampur hormat dan Cordova dipandang dengan rasa kagum oleh orang-orang Eropa yang terpelajar. Sampai akhir abad ke-16, rencana pengajaran dalam ilmu pengobatan pada universitas-universitas Eropa membutuhkan pengetahuan tentang Canon Avicema ( Alqonun fit Thib ) “.

d. Ali bin Isa ( Jesu Haly ). Bukunya tentang ophthalmology menjadi text book di fakultas-fakultas kedokteran Eropa  sampai tahun 1900 M.

e. Al-Hasan Ibnu Haytam ( Al-Hazen, lahir 965 M ), ahli matematika dan fisika. Salah satu bukunya tentang optics, menjadi pedoman sarjana-sarjana  Eropa, diantaranya adalah Roger Bacon dan Johan Kepler. Al-Hazen sudah membahas  tentang lensa sspheris dan lensa cylinder, tentang dioptri, focus, magnify, inversi gambar, spectrum cahaya, tentang gerhana dan sebagainya dengan analisa dan uraian matematis yang akurat. Kacamata, lensa untuk microscope dan lensa telescope adalah hasil pemikiran Al-Hazen.

f. Ibnu Rusd ( avenrroes wafat 1198 M ). Ahli filsafat yang mengantarkan Eropa ke pintu gerbang Renaisance. Buku kedokterannya “ Kulliyat Fitthib “, diterjemahkan dalam bahasa Latin dengan judul Colliget dan dalam bahasa Inggris dengan judul General Rulles of Medicine.

Demikian  pula sederet nama-nama penting, misalnya Al-Biruni, Ibnu Zuhr, Al-Baytar, Ali Ibnu Ridwan, Abul Cassis, Jabir dll.

 Prof Charles Singer berkomentar : “ Ilmu anatomi dan ilmu kedokteran yang sebenarnya tidak ada. Ilmu mengenal penyakit, dipergunakan dengan cara yang bukan-bukan, dengan jengkalan jari. Orang hanya menggunakan tumbuh-2an  dan menjadi tukang jual obat. Tahayul adalah masuk salah satu obat-obatan. Obat2-an terdiri dari kumpulan ramu-ramuan, diperkuat dengan mantera. Ilmu pengetahuan yang menjadi urat nadi ilmu pengobatan, sama sekali tidak ada. Ilmu kedokteran Eropa adalah pelajaran yang diperoleh dari orang Islam. “ *)

Dr. Max Mayerhof mengatakan : “ Kedokteran Islam dan Ilmu pengetahuan umumnya, menyinari matahari Hellenisme hingga pudar cahanya. Kemudian, ilmu Islam menjadi bulan di malam gelap Eropa abad pertengahan. Cahaaaya bulan ditaburi cahaya bintang dimalam gelap Eropa  iiitu mengantar ke jalan Renaisance. Karena itulah Islam menjadi biang gerak besar, yang dipunyai Eropa sekarang. Dengan demikian, pantas kita menyatakan Islam harus tetap bersama kita.”*)

Rom Landau mengatakan : “ Sekolah-sekolah tinggi kedokteran yang terpenting di Eropa belum tentu dilahirkan, jika tidak karena dorongan ilmu pengetahuan Arab. Ketika sekolah-sekolah  tinggi  yang seperti itu didirikan di Paris ( 1110 M ), Bologna ( 1113 M ), Montpellier ( 1181 M ), Padua ( 1222 M ) dan Naples ( 1224 M ), rencana pengajarannya seluruhnya dikuasai oleh ilmu pengobatan Arab ( Muslim ) “.

II. ILMU MATEMATIKA

a.    Al-Khawarismi

Algorithm ( Logaritma ) adalah berasal dari Al-Khawarismi. Karangan Khawarismi dianggap dasar asasi bagi matematika yang kita kenal  dewasa ini. Beliaulah yang menemukan aljabar. Kitabnya yang berjudul Hisabaljabarwal Muqabalah ( The Mathematic of integration and equation ) adalah buku pertama/tertua dibidang aljabar. Gerad of Cremona menterjemahkan buku ini dan memasukkan aljabar ke Eropa hingga menjadi referensi utama bidang aljabar pada universitas-universitas Eropa sampai abad XVI. Dia menemuka angka “nol” yang  dengan angka itu matematika dan ilmu pengetahuan alam lainnya dimungkinkan untuk bergerak melaju dengan pesat. Tanpa angka nol, ilmu pengetahuan dan peradaban akan sangat sulit untuk maju. Dua setengah abad sesudah  bangsa-bangsa  Arab menggunakan angka nol, barulah bangsa-bangsa Barat menggunakannya.

b.    AlBattani ( 858 – 929 M )

Beliau penemu “Trigonometri” Prof. Carra de Vaux menyatakan : “ Teori ini sudah lebih jauh dari apa yang didapat ahli bintang Yunani “*) . Teori Al-Battani-lah yang mengatarkan kita ke abad ilmu pengetahuan modern sekarang.

c.    Abul Wafa ( 940 – 998 M )

Abul Wafa yang pertama menemukan rumus Sinus, Tangens, Cotangens, Secans dan Cosecans. Beliau menyempurnakan teori trigonometri dari Al-Battani.
 Prof. Carra de Vaux menyatakan pula : “ Selama dua abad belakangan ini, bentuk akhir teori Abul Wafa telah kita peroleh. Dengan inilah kita sekarang membentuk peradaban kita. Pendapat-pendapat yang telah menciptakan dan membuat jalan baru ini, sebenarnyalah orang-orang yang mempunyai otak  maha perkasa, baik dalam ilmu filsafat, pengetahuan umum, maupun dalam pengetahuan rohani dan ilmu alam “ .*).

Selain tiga tokoh peletak dasar –dasar matematika  tersebut, perlu dicatat pula tokoh-tokoh lainnya, seperti : Omar al-Khayyam, Tsabit bin Qurro, Abu Jakfar al-Khurasani, Jaber, Al-Farghoni ( Al-Fraganus ), Banu Musa, Alzarkali ( Alzachel ), Nasiruddin Tusi dan lain-lain. Tokoh-tokoh ini selain sebagai para ahli pendahulu dibidang matematika, aljabar, trigonometry, geometry, ilmu ukur analitis dan sebagainya, merekapun ahli-ahli astronomi ( sebagian mempunyai observatorium sendiri ). Sebagai kesimpulan, Prof Carra de Vaux menyatakan : “ Sebenarnya, orang Islam telah memperoleh kemajuan pesat dalam lapangan ilmu pengetahuan. Mereka mengajar kita berhitung, sehingga kita dapat berhitung. Mereka mendapat ilmu aljabar dan ilmu pasti. Mereka memacu dan melanjutkannya, sehingga diperolehnya pula ilmu ukur analytic. Tidak ada pertikaian faham, merekalah pertama kali mendapat ilmu Planimetri dan trigonometry. Ilmu-ilmu ini belum pernah diketahui orang Yunani sebelumnya. “*)

*) Kultur Islam, cetakan I, 1964, oleh dr Oemar Amin Husin.


III.    ILMU FILSAFAT

a.    Ibnu Sina ( 980 – 1037 M )

Selain mendapat julukan father of doctors, beliau juga diakui sebagai seorang filsuf  besar yang amat berpengaruh. Selain Al-qonum Fitthib yang sangat dikenal, karya tulis beliau yang berjudul : “ As-Syifaa “, merupakan encyclopedia  besar tentang ilmu kedokteran, filsafat dan ilmu pasti. As-Sifaa terdiri dari 18 jilid dan masih dicetak di Leiden sampai tahun 1982 M. Pengaruh Ibnu Sina   ( Avicenna ) sangat besar dikalangan para filsuf barat. Dante meletakkan Ibnu Sina sdi satu kedudukan antara Hipocrates dan Galenus. Scalinger berpendapat, bahwa Ibnu Sina adalah tandingan Galenus dalam ilmu kkedokteran dan melebihinya dalam ilmu filsafat.

“ Sejak awal abat 13, pengajaran di Universita Paris dipengaruhi oleh karya-karya filsafat yang baru ditemukan. Dari pihak gereja beberapa kali dilarang untuk membahas karya-karya Aristoteles ( yang diperkenalkan oleh filsif-filsuf Muslim ) dalam kuliah. Tapi larangan ini tidak dapat menghindarkan bahwa pengaruh Aristoteles dan filsuf Arab semakin bertambah. Perkembangan yang sama terdapat juga di Universitas Oxford “. Demikian Dr. Kees Bertens dalam “Ringkasan Sejarah Filsafat, yayasan Kanisius edisi II, 1979, hal. 33.

b.    Al-Rusyd ( Averoes, benroyst, liverays, 1126 – 1198 )

Filsuf dan dokter kelahiran cordova ini nama lengkapnya adalah Abul Walid Muhammad bin Ahmad Ibnu Rusyd. Beliaulah penganalisa dan pengulas filsafat Aristoteles yang paling mendalam hingga dijuluki “Sang Komentator “. Komentar-2 nya sangat dihargai dalam dunia Skolastik dikemudian hari dan digunakan secara intensif.Oleh karenanya dalam dunia skolastik waktu abad pertengahan Ibnu Rusyd  biasanya diberi gelar “ Sang Komentator “. Dr. Kees Bertens : “ Aliran filsafatnya yang disebut  Averoisme telah mengantarkan Eropa ke pintu gernag Renaissance. Alam pikiran seluruh universitas di Eropa terpengaruh oleh Averoisme  karena mmereka mempelajari filsafat Aristoteles atas dasar komentar, tafsiran dan analisa dari Ibnu Rusyd “. Dr Philips mengatakan : “ Barat bersandar dalam banyak keadaan kepada terjemahan Latin yang disalin dari bahasa Hebrew. Dan terjemahan inipun disalin pula dari ulasan bahasa Arab atas terjemahan yang ada, yang tadinya disalin pula dari bahasa Suryani. Salinan kedalam bahasa Suryani diambil dari bahasa Yunani. Tetapi sekalipun demikian, ahli filsafat Masehi telah terpengaruh dengan Aristo dan Ibnu Rusyd lebih daripada pengaruhnya pengarang-pengarang lain. Filsafat Ibnu Rusyd senantiasa berkuasa atas alam pikiran dari mulai akhir abad XII sampai akhir abad XVI.
Pengikut gereja segaja kembali kepada tulisan-tulisan  Ibnu Rusyd. Tetapi mereka membuang dari ajaran-ajaran itu apa yang tidak mereka sukai menurut pendapat mereka. Kmudian setelah pembersihan itu, barulah mereka jadikan pelajaran di Universitas2dan perguruan2 tinggi di Eropa.” **)

Dalam pada itu Renan berkata : “ Filsafat Ibnu Rusyd itu adalah satu filsafat resmi yang semua para intelek di Italia berhutang budi kepadanya. Telah jelas bahwa pikiran-pikiran Ibnu Rusyd senantiasa mempunyai pengaruh diatas alam pikiran Eropa sepanjang masa empat  abad lamanya. Dan ia telah meletakkan dasar azasi bagi kebangkitan Eropa “.**)

Ket : **) MM Sharif, Muslim thought, its origin and achievement, terjemahan Prof. Fuad M. Fachrudin, Alam Pikiran Islam, hal, 161.
c.    Al-Ghozali ( 1058 – 1109 M )

Beliau digelari sebagai Hujjatul Islam. Al-Ghozali seorang ahli fiqih, filsuf dan ahli tasawuf. Terdapat 70 buah karanagn beliau yang menyangkut bidang fiqih, filsafat dan tassawuf yang banyak diterjemahkan  kedalam bahasa-bahasa Latin, Perancis, Inggris, Jerman. Filsafat Al-Ghozali lebih banyak bertentangan dengan aliran filsafat masa itu. Bukunya Tahafutul Falasifa,  banyak diterjemahkan kedalam bahasa-bahasa Eropa dan dipergunakan oleh kaum gereja/Kristen sebagai bahan dan resensi utama dalam mempertahankan diri dari arus gelombang filsafat Averroisme yang menguasai alam pikiran Eropa pada waktu itu.

Adapun di Timur, terutama Indonesia, sampai saat ini hampir tidak ada seorang Muslim yang terpelajar yang belum kenal dengan Ihya’Al-Ghozali ( Ihya Ulumiddin ) atau bagian-bagiannya. Alam pikiran Al-Ghozali sangat dominan mempengaruhi alam pikiran sebagian besar pemimpin umat/ulama.

d.    Ibnu Khaldun ( 1332 – 1406 M )

Beliau adalah konseptor pertama historiografi dan filsafat sejarah . Ibnu Khaldun memandang sejarah tidak hanya kumpulan  kisah secara kkronologis yang fakta sejarahnya sering dicemari oleh sibjektivitas dan khayalan pengarangnya. Ibnu Khaldun meneliti sejarah  dengan kaidah-kaidah yang bersifat obyektif ilmiah dalam pengumpulan fakta, pengamatan fakta, pengujian dan analisa fakta serta interaction antara fakta-kakta, perilaku social/kemasayrakatan, tradisi-tradisi dan lingkungan alamiah, kemudian menyimpulkannya secara logical induktif. Muqodimah Ibnu Khaldun sangat dikenal  dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Jerman dan Perancis. Terjemahan bahasa Inggris terbaru  dilakukan oleh Prof Frans Rosenthal dari Yale University ( 1958 ). Muqodimah sebagai suatu introduksi lebih popular daripada judul bukunya yang panjang dan disingkat Al’ibar sebanyak tujuh jilid.

e.    Bersama filsuf lain  yang lain misalnya, Al-Kindi ( Alchenddius 873 M ), Al-Farabi ( Al Farabius 950 M ), Ibnu Maskawaih ( 1030 M ), Ibnu Al-Haitam ( Al Hazen 1039 M ), Ibnu Bajah ( Avenpace 1138 M ), MM Syarif dalam bukunya “ A History of Muslim Philosophy, book two, Cahpter LXVIII, Influence of muslim thought on the west, Wiesbaden  1966, hal 1349, dengan data-data authentic memberikan uraian dan analisa panjang lebar serta membuat resume sebagai berikut :

Pemikiran Failasuf-failasuf Muslim mempengaruhi alam pikiran barat dalam beberapa jalan/bentuk  :
1.Dimulainya gerakan-gerakan kemanusiaan
2.Memperkenalkan ilmu sejarah
3.Memperkenalkan metode-metode ilmiah
4.Membantu para cendekiawan barat untuk menemukan  harmonisasi antara filsafat dengan keimanan
5.Merangsang gerakan mistik barat
6.Meletakkan dasar-dasar renaissance Italy dan dalam tingkat tertentu membentuk alam pikiran barat modern sampai masa Immanuel Kant, dalam beberapa hal tertentu sampai sesudahnya.


IV.    ILMU-ILMU TEKNIK, ARSITEKTUR, ASTRONOMI, KIMIA, SOSIOLOGI

Ilmu-ilmu Teknik, arsitektur, astronomi, kimia, sosiologi dan sebagainya tidak ( red : belum ) dapat dikemukakan karena memerlukan  buku tersendiri yang lebih besar. Namun akan dikutipkan dari bahasan para sarjana yang berwenang.
-    Stephen Briffault dalam bukunya The maaaking of Humanity, London, 1928, hal 190 mengatakan sb :
“ Walaupun pengaruh yang menentukan  dari kebudayaan Islam terhadap pertumbuhan Eropa  tidak hanya dapat dilacak dari satu aspek tunggal, namun ilmu pengetahuan alam dan semangat ilmiah adalah aspek yang begitu nyata dan penting pengaruhnya dalam pembentukan kekuatan, yang membentuk puncak kemampuan tertentu dari dunia modern dan menjadi sumber utama dari keunggulannya, di mana hal ini tidak berlangsung dinegeri manapun ( red : di-luar Eropa ).”

-    Prof. Slamet Iman Santoso, menguraikan dalam bukunya “ Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan “  1977 – hal 64 sbb :
“ Secara umum dapat dikatakan bahwa dalam hal ilmu pengetahuan, jasa para sarjana zaman Islam adalah sebagai berikut :
1.Menterjemahkan peninggalan bangsa Yunani dan menyebar luaskannya sedemikian rupa, sehingga pengetahuan ini menjadi dasar perkembangan kemajuan di dunia barat hingga saat ini.
2. Memperluas pengamatan dalam lapangan ilmu kedokteran, ilmu obat-2an, astronomi, ilmu kimia, ilmu bumi, dan tumbuh-2an. Dalam lapangan tsb mereka mengikuti dasar pemikiran yang diwariskan oleh bangsa Yunani.
3. Menegaskan system decimal dan dasar2 aljabar. Dalam hal ini sumbangan para sarjana dari zaman Islam lebih maju daripada para pendahulunya di zaman Yunani.


Herbert A. Davies, dalam bukunya “ An Outline History of the world “ Oxford University Press, 1969, menulis sebagai berikut :
“ Mereka ( orang-2 Muslim ) mendirikan universitas-universitas besar yang selama beberapa abad melebihi apa yang dijumpai oleh Eropa Kristen. Universitas-universitas di Baghdad, Cairo dan Cordova khususnya termashur. Universitas Al-Qohiroh punya mahasiswa sebanyak 12000 orang. Perpustakaan2 besar dibangun, beberapa buah diantaranya berisi beratus ribu jilid buku yang semuanya  terdaftar dan tersusun rapi. Banyak orang Kristen yang belajar pada universitas Cordova membawa ilmu dan kebudayaan kenegeri-negeri asal  mereka serta pengaruh Universitas Spanyol atas universitas Oxford dan universitas2 yang  mereka bangun  di Italia Utara tentunya besar. Salah seorang mahasiswa Kristen yang paling termashur pada universitas Kurthubah ( Cordova ) adalah Gilbert, kemudian hari Paus Sylvester II, yang berbuat banyak  untuk memperkenalkan ilmu pasti kepada Eropa. Selain itu Herbert A. Davies juga bekomentar :
“Dunia ilmu pengetahuan banyak berhutang budi kepada kaum Muslimin. Barangkali merekalah yang menemukan apa yang disebut angka-angka Arab ( system desimal ); aljabar secara practical ciptaan mereka;mereka memajuka ilmu ukur ssudut, optika dan ilmu bintang. Merekalah yang menemukan lonceng gantung ( pendulum ); dan dibidang pengobatan mereka telah mencapai kemajuan isstimewa, mereka menyelidiki ilmu faal dan ilmu kesehatan, mereka melakukan pembedahan-pembedahan tersulit yang pernah diketahui ) red : pada zaman itu );mereka telah mengetahui cara membius;serta beberapa cara mereka mengobati orang2 sakit sampai sekarang masih dipakai. Ketika di Eropa secara praktikal gereja melarang praktek pengobatan, ketika upacara agama  seperti mengusir setan-setan, reka-rekaan dianggap sebagai penyembuhan bagi penyakit-penyakit, ketika tukang-tukang obat palsu dan badut-badut amat banyaknya, dikala itu kaum Muslimin telah mempunyai ilmu kedokteran yang sesungguhnya.”

Demikian gambaran umum dari semangat umat Islam ( tempo dulu, abad VII sampai abad XIV ) dibidang ilmu pengetahuan serta posisi dan peran mereka yang mendasar dalam mengembangkan peradaban manusia. Begitulan secara sekilas gambaran dari salah satu segi apa yang disebut “Zaman Keemasan Islam”. Mereka berhasil memainkan peran spektakuler tersebut karena merak melaksanakan petunjuk-petunjuk serta berpegang teguh kepada ajaran Al-Qur’an yang mereka pahami dan hayati dengan seutuhnya. Jiwa dan semangat Al-Qur’an ( beserta sunnah Rosulnya ) itu yang mereka  baca dibibir, mereka baca dihati, mereka jalankan  dalam action tangan dan kaki serta memenuhi alam pikiran mereka, telah mmembawa mereka maju dan memimpin peradaban manusia. ( Dikutip dari buku : “ Kedudukan Ilmu Dalam Islam “ oleh Dr. H. Muhammad Th. ).