Minggu, 24 Desember 2017

Dampak Permasalahan LGBT Dalam Perspektif Kajian Ketahanan Negara dan Ekonomi Oleh: Kamaludin S.H Himpunan Da’i Muda Indonesia (HDMI)

      Dampak Permasalahan LGBT Dalam Perspektif Kajian Ketahanan
Negara dan Ekonomi
Oleh:
   Kamaludin S.H
Himpunan Da’i Muda Indonesia
(HDMI)

             Pembangunan suatu bangsa memerlukan aspek pokok yang disebut dengan sumber daya (resources) baik sumber daya alam atau natural resources maupun sumber daya manusia atau human resources. Kedua sumber daya ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Sejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena berhasil memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya manusia adalah yang terpenting, karena jika sebuah Negara memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu mengolah Sumber Daya Alam yang jumlahnya terbatas.
            Berdasarkan uraian diatas maka penulis cenderung untuk membahas
masalah peranan sumber daya manusia terhadap pembangunan ekonomi. Penduduk, masyarakat atau istilahnya sumber daya manusia merupakan
aset penting dalam pembangunan mengingat penduduk sebagai agent of
development
, sehingga tidaklah berlebihan bila dikatakan berhasil
tidaknya pembangunan ditentukan oleh sikap penduduk selama proses
pembangunan berlangsung. Sumber daya manusia merupakan faktor produksi dalam proses pembangunan, sehingga bentuk dan sistem yang ada merupakan produk dari sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan asset dalam pembangunan. Permasalahan muncul apabila sumber daya manusia yang dimiliki sangat terbatas dengan kualitas yang sangat rendah. Saat ini Negara Indonesia dihadapkan pada suatu permasalahan penyimpangan seksual oleh kaum LGBT.  Mengutip Pendapat Fidiansyah yang merupakan Psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa  dan Napza mengatakan  bahwa LGBT termasuk dalam gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual.  Karena dikatakan sebagai penyakit atau gangguan jiwa, Fidiansyah pun menyatakan LGBT bisa menular. Namun, bukan melalui virus dan bakteri tetapi dari konsep perubahan perilaku dan pembiasaan. Perilaku itu bisa menular. Penularannya bukan dalam konsep ada virus, ada kuman. Tapi yang disebut dengan teori perilaku, yaitu teori penularan dari konsep pembiasaan. Perilaku LGBT mengikuti satu pola, akan menjadi satu karakter, jadi kepribadian, jadi pembentuk kebiasaan, dan sebagainya, akhirnya menjadi penyakit. Menularnya dari konteks perubahan perilaku dan pembiasaan.
Berikut Laporan Kementrian Kesehatan Tahun 2016. pemaparan data statistik Kasus penyakit HIV/AIDS, Usia, Jenis kelamin dan Jumlah Kematian.

   (Sumber: Statistik Kasus HIV 2016, Ditjen PP & PL Kemenkes RI )

   (Sumber: Statistik Kasus HIV 2016, Ditjen PP & PL Kemenkes RI )
   (Sumber: Statistik Kasus Penyakit HIV 2016, Ditjen PP & PL Kemenkes RI )

   (Sumber: Statistik Kasus Penyakit HIV 2016, Ditjen PP & PL Kemenkes RI )
Berdasarkan Laporan Kementrian Kesehatan Tahun 2016. pemaparan data statistik Kasus penyakit HIV/AIDS, Usia, Jenis kelamin dan Jumlah Kematian.diatas dapat diketahui bahwa jumlah pengidap penyakit HIV / AIDS di Indonesia paling banyak adalah kelompok usia produktif. Kelompok usia produktif  itu adalah kelompok usia 20 sampai 39 tahun. Lebih lanjut Dari berbagai artikel kesehatan yang dikumpulkan dan pendapat para ahli kesehatan memberikan pendapat terkait perilaku LGBT mulai dari faktor bilogis, gaya hidup dan sosial yang melakukan hubungan sesama jenis memiliki tingginya  risiko penyakit menular seksual.  Dengan demikian akibat penyebaran HIV dan AIDS pada kelompok manapun berarti semakin banyak orang menjadi sakit, dan membutuhkan jasa pelayanan kesehatan. Perkembangan penyakit yang lamban dari infeksi HIV berarti bahwa pasien sedikit demi sedikit menjadi lebih sakit dalam jangka waktu yang panjang, membutuhkan banyak perawatan kesehatan. Biaya langsung dari perawatan kesehatan tersebut semakin lama akan menjadi semakin besar dan hal ini tentunya Negara pun ikut menanggung beban biaya anggran khusus penanganan masalah penyakit yang ditimbulkan oleh HIV/ AIDS. Perlu Diperhitungkan juga permasalahan waktu yang dihabiskan oleh anggota keluarga untuk merawat pasien, dan tidak dapat melakukan
aktivitas yang produktif. Waktu dan sumber daya yang diberikan untuk
merawat pasien HIV dan AIDS sedikit demi sedikit dapat mempengaruhi
program lainnya dan menghabiskan sumber daya untuk aktivitas kesehatan
lainnya. Dampak terhadap ketahanan negara pun tidak hanya terjadi pada saat orang yang terinfeksi HIV berupa kehilangan pekerjaan, tetapi juga mempunyai
dampak ekonomi karena memerlukan biaya perawatan dan biaya pengobatan
yang cukup besar. Demikian juga untuk masa yang akan datang dampak ini
akan terasa pada generasai penerus yakni akan terjadi kemiskinan yang
lebih berat bagi keluarga maupun bagi ketahanan ekonomi dan  negara.

Dengan kondisi seperti ini jelas sangat menghambat proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu perlu adanya penanganan serius terkait  masalah LGBT.  Berapapun sempurnanya aspek teknologi dan keuangan, tanpa didukung oleh SDM yang berkualitas, maka tujuan dari pembangunan ekonomi akan sulit dicapai. Atas dasar itulah maka faktor sumber daya manusia perlu dibina dan dikembangkan. Guna mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, maka dibutuhkan beberapa upaya diantaranya adalah dengan melakukan pengembangan sumber daya manusia, dengan cara membuat sarana untuk mengedukasi pentingnya menjaga  kesehatan jasmani dan rohani dari sumber daya manusia. Maka hal paling efektif yang dapat kita lakukan adalah menunjukkan bahwa LGBT adalah salah dan menyimpang sembari berusaha mencari sumber trauma psikologisnya dan berusaha membuat dia menerima keadaan. Misal, perempuan ditinggal oleh laki-laki lalu kecewa dan menjadi lesbi. Cara mengobatinya adalah dengan menyadarkan dia bahwa tak semua laki-laki seperti itu. Mungkin dia telah salah pilih dan tertipu, namun rasa sakit ini pasti hilang dan cinta baru akan segera datang. Terimalah rasa sakit itu dengan tabah. Mengutip pendapat DR. Adian Husaini dalam bukunya LGBT di Indonesia: Perkembangan dan solusinya (hal 117-120). Perlu ada perbaikan dalam pasal 292 KUHP, misalnya, agar pasal itu juga mencakup perbuatan hubungan seksual sejenis dengan orang yang sama-sama dewasa. Pemerintah dan DPR perlu segera menyepakati untuk mencegah menularnya legalisasi LGBT.

Selasa, 12 Desember 2017

TINDAKAN PERSEKUSI KEPADA USTADZ ABDUL SOMAD DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN ISLAM Oleh: Kamaludin, S.H. Derysmono, Lc, MA (Tim Himpunan Da’i Muda Indonesia)

TINDAKAN PERSEKUSI KEPADA USTADZ ABDUL SOMAD
DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN ISLAM
      Oleh:
Kamaludin, S.H.
Derysmono, Lc, MA
(Tim Himpunan Da’i Muda Indonesia)

Berbagai tindakan sewenang-wenang terhadap seseorang atau kelompok yang lebih dikenal dengan istilah persekusi, tengah mendapat sorotan publik seiring rentetan kasus persekusi yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi merupakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Kasus penolakan oleh elemen ormas atas Ustadz Abdul Somad di Bali dalam rangka menjalani sejumlah safari dakwah yang mendapat penolakan oleh sekelompok orang yang menamakan diri Komponen Rakyat Bali (KRB) hal ini dinilai sebagai bentuk persekusi. Apapun alasannya tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang.

Selasa, 21 November 2017

MAKRUH

MAKRUH

BAGIAN paling  rendah  dalam  rangkaian  perkara-perkara  yang dilarang   adalah   perkara   makruh;  yaitu  makruh  tanzihi. Sebagaimana  diketahui,  makruh  ini  ada  dua  macam;  makruh tahrimi  dan  makruh  tanzihi.  Makruh  tahrimi  ialah perkara makruh yang lebih dekat kepada haram; sedangkan makruh tanzihi ialah   yang   lebih  dekat  kepada  halal.  Dan  itulah  yang dimaksudkan dengan istilah makruh pada umumnya.

Banyak sekali  contoh  yang  kita  kenal  dalam  perkara  ini. Barangsiapa  yang pernah membaca buku Riyadh as-Shalihin, yang ditulis oleh  Imam  Nawawi,  maka  dia  akan  dapat  menemukan berbagai  contoh  tentang  perkara  yang  makruh  ini. Seperti makruhnya orang yang makan sambil bersandar, minum dari  bawah bejana  air,  meniup minuman, beristinja' dengan tangan kanan, memegang farji dengan tangan kanan tanpa adanya uzur, berjalan dengan  satu sandal, bertengkar di masjid dan mengangkat suara di dalamnya, berbisik di masjid pada hari  Jumat  ketika  imam sedang  berkhotbah,  membesar-besarkan suara ketika berbicara, mengucapkan doa, "Ya Allah ampunilah dosaku kalau engkau mau." "Kalau   Allah   dan  Fulan  menghendaki",  berbincang-bincang setelah makan malam yang paling akhir, shalat  ketika  makanan sudah  dihidangkan,  mengkhususkan  hari Jumat untuk berpuasa, atau untuk melakukan Qiyamul Lail.

Perkara yang  makruh  --sebagaimana  didefinisikan  oleh  para ulama--   ialah   perkara   yang   apabila  ditinggalkan  kita mendapatkan pahala, dan apabila dikerjakan  tidak  mendapatkan dosa.

Oleh  karena  itu,  tidak  ada siksa bagi orang yang melakukan perkara yang dianggap makruh  tanzihi.  Hanya  saja,  ia  akan dikecam  apabila  melakukan  sesuatu  yang  pantas mendapatkan kecaman apalagi jika ia melakukannya berulang-ulang.

Akan tetapi, kita  tidak  perlu  menganggap  mungkar  tindakan semacan ini (makruh tanzihi); agar mereka tidak terjebak dalam kesibukan memerangi hal-hal yang makruh padahal di  saat  yang sama  mereka  sedang  melakukan  hal-hal yang jelas diharamkan oleh agama.


KEMAKSIATAN BESAR YANG DILAKUKAN OLEH HATI MANUSIA (1/2)

KEMAKSIATAN BESAR YANG DILAKUKAN OLEH HATI MANUSIA  (1/2)


DOSA-DOSA besar itu tidak hanya terbatas kepada  amalan-amalan lahiriah,  sebagaimana  anggapan  orang  banyak,  akan  tetapi kemaksiatan yang lebih besar dosanya dan lebih berbahaya ialah yang dilakukan oleh hati manusia.

Amalan yang dilakukan oleh hati manusia adalah lebih besar dan lebih  utama  daripada  amalan  yang  dilakukan  oleh  anggota tubuhnya.  Begitu  pula halnya kemaksiatan yang dilakukan oleh hati  manusia  juga  lebih  besar  dosanya  dan  lebih   besar bahayanya.

KEMAKSIATAN ADAM DAN KEMAKSIATAN IBLIS

Al-Qur'an telah menyebutkan kepada kita dua bentuk kemaksiatan yang  mula-mula  terjadi  setelah terciptanya Adam dan setelah dia ditempatkan di surga.

Pertama, kemaksiatan yang dilakukan  oleh  Adam  dan  istrinya ketika  dia  memakan  buah dari pohon yang dilarang oleh Allah SWT.  Itulah   jenis   kemaksiatan   yang   berkaitan   dengan amalan-amalan  anggota tubuh yang lahiriah, yang didorong oleh kelupaan   dan   kelemahan   kehendak   manusia;   sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

"Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat." (Thaha: 115)

Iblis terlaknat tidak  menyia-nyiakan  kesempatan  itu,  yaitu ketika  Adam  lupa  dan  lemah  kekuatannya. Iblis menampakkan kepada Adam dan istrinya bahwa larangan  Allah  untuk  memakan buah  pohon  itu sebagai sesuatu yang indah. Ia menipu mereka, dan menjanjikan sesuatu kepada mereka sehingga mereka terjatuh ke dalam janji-janji manis Iblis.
 

KEBUTUHAN UMAT KITA SEKARANG AKAN FIQH PRIORITAS

KEBUTUHAN UMAT KITA SEKARANG AKAN FIQH PRIORITAS
 

Kacaunya Timbangan Prioritas pada Umat

Apabila  kita  memperhatikan  kehidupan  kita  dari   berbagai sisinya  --baik dari segi material maupun spiritual, dari segi pemikiran, sosial, ekonomi,  politik  ataupun  yang  lainnya-- maka  kita  akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi.

Kita dapat menemukan di setiap negara Arab dan Islam  berbagaiperbedaan  yang  sangat  dahsyat,  yaitu  perkara-perkara yang berkenaan   dengan   dunia   seni   dan   hiburan   senantiasa diprioritaskan  dan didahulukan atas persoalan yang menyangkut ilmu pengetahuan dan pendidikan.

Dalam  aktivitas  pemudanya  kita  menemukan  bahwa  perhatian terhadap  olahraga  lebih  diutamakan  atas olah akal pikiran, sehingga  makna  pembinaan  remaja  itu  lebih  berat   kepada pembinaan  sisi  jasmaniah  mereka  dan  bukan  pada sisi yang lainnya. Lalu, apakah  manusia  itu  hanya  badan  saja,  akal pikiran saja, ataukah jiwa saja?

Dahulu  kita  sering  menghafal  sebuah  kasidah  Abu  al-Fath al-Bisti yang sangat terkenal. Yaitu kasidah berikut ini:

"Wahai orang yang menjadi budak badan, sampai kapan engkau hendak mempersembahian perkhidmatan kepadanya.
  
Apakah engkau hendak memperoleh keuntungan darisesuatu yang mengandung kerugian?
  

IMAM AL GHAZALI DAN FIQH PRIORITAS

IMAM AL GHAZALI DAN FIQH PRIORITAS


DI ANTARA ulama yang memberikan perhatian  besar  kepada  fiqh prioritas  dan  mengkritik  cara  hidup masyarakat Muslim yang berlebih-lebihan ialah Imam al-Ghazali. Hal ini tampak  dengan jelas  dalam  ensiklopedianya,  al-Ihya' 'Ulum al-Din. Pembaca buku ini akan menemukan pembahasan  tersebut  pada  seperempat buku,  dan  juga  buku  al-Arba'in-nya. Lebih jelas lagi dalam bukunya, Dzamm al-Ghurur, yang merupakan bagian kesepuluh dari al Muhlikat.

Di  dalam kajian itu disebutkan berbagai kelompok manusia yang tertipu tetapi mereka tidak menyadarinya.

Al-Ghazali   menyebut   orang-orang   yang    memiliki    ilmu pengetahuan,   ahli   ibadah  dan  amalan,  orang-orang  sufi, orang-orang kaya dan, juga orang-orang awam.  Dia  menyebutkan ketertipuan   orang-orang  dari  masing-masing  kelompok,  dan bagaimana  mereka  tertipu  oleh  hawa  nafsu   mereka,   atau bagaimana   setan-setan  mereka  memperindah  perbuatan  buruk mereka, sehingga  mereka  melihatnya  sebagai  perbuatan  yang baik.  Setan  telah  memberikan  sifat dan gambaran yang baru, yang harus mereka ikuti.

Saya menganggap cukup untuk menyebutkan dua contoh kritikannya yang mendalam dan arif, untuk melihat sejauh mana pemahamannya terhadap agama Allah, dan pemahamannya terhadap dunia manusia, serta  kemauan kerasnya untuk memperbaiki keadaan manusia dari segi lahiriah dan batiniah  mereka,  di  samping  perhatiannya pada fiqh prioritas.

CONTOH KETIMPANGAN DALAM MEMBUAT PERINGKAT AMALAN SYARI'AH

Contoh  pertama  ialah  kelompok  orang-orang  beragama   yang tertipu,  di  antara  para  ahli  ibadah  dan  amal perbuatan. Al-Ghazali berkata,

II. HUBUNGAN ANTARA FIQH PRIORITAS DAN FIQH PERTIMBANGAN

II. HUBUNGAN ANTARA FIQH PRIORITAS DAN FIQH PERTIMBANGAN
 

FIQH prioritas  memiliki  hubungan  yang  sangat  erat  dengan bentuk  fiqh  lainnya, dalam beberapa hal, seperti yang pernah kami tulis sebelumnya.

Ia berkaitan dengan fiqh pertimbangan (muwazanah), yang pernah saya  bahas  dalam buku saya Prioritas Gerakan Islam. Di dalam buku itu saya mengutip beberapa pokok  pikiran  Syaikh  Islam, Ibn Taimiyah, yang saya pandang sangat berguna.

Peran  terpenting  yang dapat dilakukan oleh fiqh pertimbangan ini ialah:

1) Memberikan pertimbangan antara berbagai kemaslahatan dan manfaat dari berbagai kebaikan yang disyariatkan.
  
2) Memberikan pertimbangan antara berbagai bentuk kerusakan, madharat, dan kejahatan yang dilarang oleh agama.
  
3) Memberikan pertimbangan antara maslahat dan kerusakan, antara kebaikan dan kejelekan apabila dua hal yang bertentangan ini bertemu satu sama lain.

FIQH PRIORITAS DALAM WARISAN PEMIKIRAN KITA

FIQH PRIORITAS DALAM WARISAN PEMIKIRAN KITA


BARANGSIAPA yang mau menelusuri warisan  pemikiran  umat  yang sangat  kaya  ini,  maka  dia  akan  menemukan para ulama yang memberikan  perhatian  besar  terhadap  fiqh   prioritas   dan mewaspadai  kelalaian  terhadapnya, dalam berbagai bentuk yang tersebar   di   dalam   sumber-sumber   rujukan   Islam   yang bermacam-macam;   yang   dapat  ditelusuri  dalam  baris-baris berikut ini.

MENGENAI HARAMNYA ORANG YANG SEDANG IHRAM MEMBUNUH LALAT

Barangkali  pertama-lama  kita  patut   memberikan   perhatian terhadap  persoalan  ini.  Yaitu  riwayat yang shahih, berasal dari Abdullah bin Umar r.a. yang  diriwayatkan  oleh  Ibn  Abu Nu'aim  yang  berkata,  "Ada  seorang lelaki datang kepada Ibn Umar dan pada saat itu saya sedang duduk. Lelaki itu  bertanya kepadanya  tentang  darah  nyamuk."  Dalam  riwayat  yang lain disebutkan: "Lelaki itu bertanya  kepadanya  tentang  haramnya membunuh  lalat."  Maka  Ibn  Umar berkata kepadanya: "Berasal dari manakah engkau ini?" Lelaki itu menjawab,  "Berasal  dari Irak."  Ibn  Umar  berkata lagi: "Ha, lihatlah lelaki ini. Dia bertanya tentang darah nyamuk, padahal mereka  telah  membunuhanak  Rasulullah saw!! Padahal aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,  ,Kedua  anak  ini  --al-Hasan  dan  al-Husain-- merupakan   hiburanku  di  dunia."  Dalam  riwayat  yang  lain disebutkan: "Penduduk Irak  bertanya  tentang  lalat,  padahal mereka telah membunuh cucu Rasulullah saw..." 1

Al-Hafiz  Ibn Hajar ketika memberikan penjelasan hadits ini di dalam Fath al-Bari mengatakan, "Ibn Umar  meriwayatkan  hadits ini  dengan  penuh  keheranan  terhadap semangat penduduk Irak yang menanyakan perkara kecil, tetapi mereka melanggar perkara yang besar." 2

BID'AH DALAM AQIDAH

BID'AH DALAM AQIDAH


SEBAGAI tambahan penjelasan bagi  kemaksiatan,  dalam  syariah agama  ini kita mengenal apa yang disebut dengan bid'ah. Yaitu sesuatu yang diada-adakan oleh  manusia  dalam  urusan  agama. Baik bid'ah yang berkaitan dengan aqidah yang dinamakan dengan bid'ah ucapan, maupun bid'ah yang berkaitan dengan amalan.

Bid'ah-bid'ah ini merupakan  salah  satu  jenis  perkara  yang diharamkan  tetapi  berbeda  dengan  kemaksiatan  yang  biasa. Sesungguhnya pelaku bid'ah ini mendekatkan diri  kepada  Allah SWT  dengan  bid'ah-bid'ah  tersebut,  dan  berkeyakinan bahwa dengan bid'ahnya itu dia  telah  melakukan  ketaatan  terhadap Allah   dan  beribadah  kepada-Nya.  Dan  inilah  yang  paling membahayakan.

Bid'ah itu sendiri bisa  berupa  keyakinan  yang  bertentangan dengan  kebenaran  yang  dibawa oleh Rasulullah saw dan ajaran yang terdapat di dalam Kitab Allah. Dan bid'ah untuk jenis ini kita    sebut    dengan   bid'ah   dalam   aqidah   (al-bid'ah al-i'tiqadiyyah)   atau   bid'ah   dalam   ucapan   (al-bid'ah al-qawliyyah); yang sumbernya ialah mengatakan sesuatu tentang Allah yang tidak didasari dengan ilmu pengetahuan. Perkara ini termasuk  salah  satu  perkara haram yang sangat besar. Bahkan Ibn al-Qayyim mengatakan bahwa perkara ini  merupakan  perkara haram yang paling besar. Allah SWT berfirman:
 

Jumat, 17 November 2017

MENYANGGAH PENAFSIRAN YANG MERENDAHKAN WANITA

MENYANGGAH PENAFSIRAN YANG MERENDAHKAN WANITA
 

Pertanyaan:

Siapakah yang dimaksud dengan sufaha dalam firman Allah:
"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang  yang  belum sempurna  akalnya  (sufaha)  harta  (mereka  yang  ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai  pokok  kehidupan. Berilah  mereka  belanja  dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik." (an-Nisa' 5)
Majalah  al-Ummah  nomor  49  memuat  artikel  Saudari Hanan Liham, yang mengutip keterangan Ibnu Katsir dari pakar  umat dan   penerjemah   Al-Qur'an,  Abdullah  Ibnu  Abbas,  bahwa as-sufaha (orang-orang  yang  belum  sempurna  akalnya)  itu ialah "wanita dan anak-anak."

Penulis   tersebut   menyangkal   penafsiran  itu,  meskipun diriwayatkan  dari  Ibnu   Abbas.   Menurutnya,   penafsiran tersebut  jauh  dari  kebenaran,  sebab  wanita  secara umum disifati  sebagai  tidak  sempurna  akalnya/bodoh   (salah), padahal   diantara  kaum  wanita  itu  terdapat  orang-orang seperti Khadijah, Ummu Salamah,  dan  Aisyah  dari  kalangan istri Nabi dan wanita-wanita salihah lainnya.

Sebagian  teman  ada  yang  mengirim surat kepada saya untuk menanyakan penafsiran yang disebutkan Ibnu Katsir  tersebut. Apakah itu benar?

Bagaimana komentar Ustadz terhadap hal itu?
 

LAKI-LAKI MENJENGUK PEREMPUAN YANG SAKIT

LAKI-LAKI MENJENGUK PEREMPUAN YANG SAKIT
 
Sebagaimana  terdapat  beberapa  hadits  yang   memperbolehkan perempuan  menjenguk  laki-laki  dengan syarat-syaratnya, jika diantara mereka terjalin hubungan, dan laki-laki itu punya hak terhadap  wanita  tersebut,  maka  laki-laki juga disyariatkan untuk menjenguk wanita dengan syarat-syarat yang sama. Hal ini jika  diantara  mereka  terjalin  hubungan yang kokoh, seperti hubungan  kekerabatan  atau   persemendaan,   tetangga,   atau hubungan-hubungan  lain  yang  menjadikan  mereka memiliki hak kemasyarakatan yang lebih banyak daripada orang lain.

Diantara   dalilnya   ialah   keumuman   hadits-hadits    yang menganjurkan  menjenguk  orang  sakit,  yang  tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Sedangkan diantara dalil  khususnya  ialah  yang  diriwayatkan oleh  Imam  Muslim  dalam  Shahih-nya  dari Jabir bin Abdullah r.a.:

"Bahwa Rasulullah saw. pernah menjenguk Ummu Saib --atau Ummul Musayyib-- lalu beliau bertanya, 'Wahai Ummus Saib, mengapa engkau menggigil?' Dia menjawab, 'Demam, mudah-mudahan Allah tidak memberkatinya.' Beliau bersabda, 'Janganlah engkau memaki-maki demam, karena dia dapat menghilangkan dosa-dosa anak Adam seperti ububan (alat pengembus api pada tungku pandai besi) menghilangkan karat besi.'"20

Padahal, Ummus Saib tidak termasuk salah seorang  mahram  Nabi saw. Meskipun begitu, dalam hal ini harus dijaga syarat-syarat yang  ditetapkan  syara',  seperti  aman   dari   fitnah   dan memelihara  adab-adab  yang  sudah  biasa  berlaku  (dan tidak bertentangan  dengan  prinsip  Islam;  Penj.),   karena   adat kebiasaan itu diperhitungkan oleh syara'.

 

12 HR Abu Daud dan disahkan oleh Hakim. Diriwayatkan juga oleh Bukhari dengan susunan redaksional yang lebih lengkap, sebagaimana terdapat dalam Fathul-Bari, juz 10, hlm. 113. Lihat juga al-Adabul-Mufrad, karya Imam Bukhari, "Bab al-'Iyadah minar-Ramad," hadits no. 532. ^
13 Al-Bukhari dalam Fathul-Bari, hadits nomor 5656. ^
14 Fathul-Bari, juz 10, hlm. 119. ^
15 Diriwayatkan oleh Bukhari sebagaimana tertera dalam Fathul-Bari, juz 10, hlm. 118, hadits 5655. Beliau juga meriwayatkannya dalam al-Jana'iz.5651. ^
17 Ibid. ^
18 Al-Adabul-Mufrad, karya al-Bukhari "Bab 'Iyadatin-Nisa' ar-Rijal al-Maridh," hadits nomor 530. ^
19 Al-Bukhari dalam Fathul-Bari, hadits nomor 5654. ^
20 Muslim dalam "Kitab al-Birr," hadits nomor 4575. ^


KHITAN WANITA

KHITAN WANITA

Pertanyaan:

Bagaimana  hukum  Islam  mengenai  khitan   bagi   anak-anak perempuan?

Jawaban:

Masalah ini diperselisihkan oleh para ulama bahkan oleh para dokter sendiri, dan terjadi perdebatan panjang mengenai  hal ini di Mesir selama beberapa tahun.

Sebagian  dokter  ada  yang  menguatkan  dan  sebagian  lagi menentangnya,  demikian  pula   dengan   ulama,   ada   yang menguatkan  dan  ada  yang menentangnya. Barangkali pendapat yang paling moderat, paling adil, paling rajih,  dan  paling dekat  kepada  kenyataan  dalam  masalah  ini  ialah  khitan ringan,  sebagaimana  disebutkan   dalam   beberapa   hadits - meskipun tidak  sampai  ke derajat sahih - bahwa Nabi saw. pernah menyuruh seorang perempuan yang berprofesi mengkhitan wanita ini, sabdanya:

 "Sayatlah sedikit dan jangan kau sayat yang berlebihan, karena hal itu akan mencerahkan wajah dan menyenangkan suami."

Yang  dimaksud  dengan  isymam ialah taqlil (menyedikitkan), dan yang dimaksud dengan laa tantahiki ialah laa tasta'shili (jangan  kau  potong  sampai  pangkalnya).  Cara  pemotongan seperti yang dianjurkan itu akan menyenangkan  suaminya  dan mencerahkan  (menceriakan)  wajahnya, maka inilah barangkali yang lebih cocok.

Mengenai masalah ini, keadaan di masing-masing negara  Islam tidak sama. Artinya, ada yang melaksanakan khitan wanita dan ada pula yang tidak. Namun  bagaimanapun,  bagi  orang  yang memandang  bahwa  mengkhitan  wanita  itu  lebih  baik  bagi anak-anaknya,  maka  hendaklah  ia  melakukannya,  dan  saya menyepakati   pandangan   ini,  khususnya  pada  zaman  kita sekarang ini. Akan hal orang yang tidak  melakukannya,  maka tidaklah  ia  berdosa,  karena  khitan  itu tidak lebih dari sekadar memuliakan wanita, sebagaimana kata para  ulama  dan seperti yang disebutkan dalam beberapa atsar.

Adapun  khitan  bagi  laki-laki,  maka  itu  termasuk syi'ar Islam, sehingga para ulama  menetapkan  bahwa  apabila  Imam (kepala  negara  Islam)  mengetahui  warga  negaranya  tidak berkhitan, maka wajiblah  ia  memeranginya  sehingga  mereka kembali  kepada  aturan  yang  istimewa yang membedakan umat Islam dari lainnya ini.


KEUTAMAAN KESABARAN KELUARGA SI SAKIT

KEUTAMAAN KESABARAN KELUARGA SI SAKIT

Keluarga  si  sakit  wajib  bersabar terhadap si sakit, jangan merasa sesak dada karenanya  atau  merasa  bosan,  lebih-lebih bila  penyakitnya itu lama. Karena akan terasa lebih pedih dan lebih sakit dari penyakit itu sendiri  jika  si  sakit  merasa menjadi  beban bagi keluarganya, lebih-lebih jika keluarga itu mengharapkan dia segera dipanggil ke  rahmat  Allah.  Hal  ini dapat  dilihat  dari  raut wajah mereka, dari cahaya pandangan mereka, dan dari gaya bicara mereka.

Apabila kesabaran si sakit atas penyakit yang dideritanya akan mendapatkan pahala yang sangat besar --sebagaimana diterangkan dalam beberapa hadits  sahih--  maka  kesabaran  keluarga  dan kerabatnya  dalam merawat dan mengusahakan kesembuhannya tidak kalah  besar  pahalanya.  Bahkan  kadang-kadang   melebihinya, karena  kesabaran si sakit menyerupai kesabaran yang terpaksa, sedangkan  kesabaran  keluarganya  merupakan  kesabaran   yang diikhtiarkan   (diusahakan).  Maksudnya,  kesabaran  si  sakit merupakan kesabaran karena ditimpa cobaan, sedangkan kesabaran keluarganya merupakan kesabaran untuk berbuat baik.

Diantara  orang yang paling wajib bersabar apabila keluarganya ditimpa sakit ialah  suami  atas  istrinya,  atau  istri  atas suaminya.  Karena  pada  hakikatnya kehidupan adalah bunga dan duri, hembusan angin sepoi  dan  angin  panas,  kelezatan  dan penderitaan,  sehat dan sakit, perputaran dari satu kondisi ke kondisi lain. Oleh sebab itu, janganlah  orang  yang  beragama dan  berakhlak  hanya  mau  menikmati istrinya ketika ia sehat tetapi merasa jenuh ketika ia menderita sakit.  Ia  hanya  mau memakan  dagingnya untuk membuang tulangnya, menghisap sarinya ketika masih muda lalu  membuang  kulitnya  ketika  lemah  dan layu.  Sikap  seperti  ini  bukan  sikap  setia tidak termasuk mempergauli  istri  dengan  baik,  bukan  akhlak  lelaki  yang bertanggung jawab, dan bukan perangai orang beriman.

KEUTAMAAN DAN PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT

KEUTAMAAN DAN PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT

Diantara yang  memperkuat  kesunnahan  menjenguk  orang  sakit ialah  adanya  hadits-hadits  yang  menerangkan  keutamaan dan pahala orang yang melaksanakannya, misalnya:

1. Hadits Tsauban yang marfu' (dari Nabi saw.):

"Sesungguhnya apabila seorang muslim menjenguk orang muslim lainnya, maka ia berada di dalam khurfatul jannah."7

Dalam riwayat lain ditanyakan kepada Rasulullah saw.:

"Wahai Rasulullah, apakah khurfatul jannah itu?" Beliau menjawab, "Yaitu taman buah surga."

2. Hadits Jabir yang marfu':

"Barangsiapa yang menjenguk orang sakit berarti dia menyelam dalam rahmat, sehingga ketika dia duduk berarti dia berhenti disitu (didalam rahmat)."8

3. Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:

"Barangsiapa menjenguk orang sakit maka berserulah seorang penyeru dari langit (malaikat), 'Bagus engkau, bagus perjalananmu, dan engkau telah mempersiapkan tempat tinggal di dalam surga."9
 

KETIKA SEKARAT DAN MENDEKATI KEMATIAN

KETIKA SEKARAT DAN MENDEKATI KEMATIAN

Apabila  keadaan  si  sakit  sudah berakhir dan memasuki pintu maut  --yakni  saat-saat  meninggalkan  dunia  dan  menghadapi akhirat,   yang   diistilahkan  dengan  ihtidhar  (detik-detik kematian/kedatangan tanda-tanda  kematian)--  maka  seyogianya keluarganya   yang   tercinta  mengajarinya  atau  menuntunnya mengucapkan kalimat  laa  ilaaha  illallah  (Tidak  ada  tuhan selain  Allah)  yang merupakan kalimat tauhid, kalimat ikhlas, dan kalimat takwa, juga merupakan perkataan paling utama  yang diucapkan Nabi Muhammad saw. dan nabi-nabi sebelumnya.

Kalimat  inilah  yang  digunakan seorang muslim untuk memasuki kehidupan  dunia  ketika  ia  dilahirkan  dan   diazankan   di telinganya   (bagi  yang  berpendapat  demikian;  Penj.),  dan kalimat ini pula yang ia pergunakan untuk mengakhiri kehidupan dunia.  Jadi,  dia  menghadapi  atau memasuki kehidupan dengan kalimat tauhid dan meninggalkan kehidupan pun  dengan  kalimat tauhid.

Ulama-ulama   kita   mengatakan,  "Yang  lebih  disukai  untuk mendekati si sakit ialah famili yang paling sayang  kepadanya, paling  pandai  mengatur,  dan  paling  takwa kepada Tuhannya. Karena tujuannya adalah mengingatkan  si  sakit  kepada  Allah Ta'ala, bertobat dari maksiat, keluar dari kezaliman, dan agar berwasiat.  Apabila  ia  melihat  si  sakit  sudah   mendekati ajalnya,   hendaklah   ia   membasahi   tenggorokannya  dengan meneteskan air atau meminuminya dan membasahi  kedua  bibirnya dengan   kapas,   karena   yang   demikian   dapat  memadamkan kepedihannya    dan    memudahkannya    mengucapkan    kalimat syahadat."94

Kemudian  dituntunnya  mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah mengingat hadits  yang  diriwayatkan  Muslim  dari  Abi  Sa'id secara marfu':
 

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradhawi : JAWABAN SINGKAT TERHADAP PERTANYAAN SEPUTAR MASALAH KEDOKTERAN

JAWABAN SINGKAT TERHADAP PERTANYAAN SEPUTAR MASALAH KEDOKTERAN

Pertanyaan-pertanyaan  berikut  ini  cukup  menggoda   pikiran dokter-dokter   muslim,  khususnya  yang  bertugas  di  negara non-lslam. Maka dalam hal ini, kami memerlukan jawaban  secara singkat agar mudah merincinya.

A. Wanita dan Kelahiran

Pertanyaan: Apa yang harus diucapkan saat bayi dilahirkan?

Jawaban: Diazani pada  telinga  kanannya  seperti  azan  untuk shalat, sebagaimana yang dilakukan Nabi saw. ketika Hasan anak Fatimah  dilahirkan,  agar  kalimat  pertama  yang  masuk   ke telinganya adalah kalimat takbir dan tauhid.

Pertanyaan: Apakah bayi yang gugur wajib dishalati?

Jawaban: Bayi yang gugur tidak perlu dishalati kecuali jika ia lahir dalam keadaan hidup, meskipun hanya beberapa menit.

Pertanyaan:  Sebagian  orang  beranggapan  bahwa  menggugurkan kandungan  diperbolehkan  asalkan  janin  belum  berusia  tiga bulan. Apakah pendapat ini benar?  Apa  yang  harus  dilakukan orang  yang membantu menggugurkan kandungan yang belum berusia tiga bulan, kalau pada waktu itu ia belum  mengerti  hukumnya? Apakah  ia harus membayar kafarat pembunuhan suatu jiwa karena perbuatannya itu?

Jawaban: Pada dasarnya --menurut pendapat  yang  saya  pandang kuat-menggugurkan kandungan tidak diperbolehkan kecuali karena udzur. Apabila dilakukan sebelum kandungan berusia empat puluh hari,  maka  hal  itu  masih  ringan,  lebih-lebih  jika udzur (alasannya) kuat. Adapun setelah kandungan berusia lebih  dari empat puluh hari yang ketiga (yakni 120 hari) maka tidak boleh digugurkan sama sekali.

Pertanyaan: Bagaimana  hukum  memasang  alat-alat  kontrasepsi pada  wanita  dan  laki-laki  untuk  mencegah  kehamilan, baik terhadap kaum muslim maupun terhadap orang nonmuslim?

Jawaban: Tidak boleh, karena hal itu berarti mengubah  ciptaan Allah,  serta  termasuk  perbuatan dan penghias setan. Kecuali dalam  keadaan  sangat  darurat,   misalnya   jika   kehamilan membahayakan  si  ibu,  sedangkan  cara penanggulangan lainnya tidak ada. Maka hal  ini  merupakan  darurat  individual  yang jarang  terjadi, dan diukur dengan kadarnya, serta tidak boleh dijadikan kaidah umum.

Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradhawi : INILAH WASIAT PALSU SYEH ACHMAD YANG BEREDAR DI INTERNET

INILAH WASIAT PALSU SYEH ACHMAD YANG BEREDAR DI INTERNET

BERITA PENTING

Berita  Untuk  Umat  Islam  Di  Seluruh  Dunia,  surat   ini datangnya dari Syekh Achmad di Saudi Arabia


AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMAD SAW
 
Wasiat untuk umat Islam  dari Syekh  Ahmat  seorang  penjaga makam  Rasululloh  di  Madinah,  yaitu  Masjid  Nabawi Saudi Arabia.

Pada  malam  takala  hamba  membaca   Al'qur'an   di   makam Rasululloh,  dan hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi  hamba  bertemu  dengan  Rasululloh  SAW,  dan beliau  berkata,  didalam  50.000 orang yang meninggal dunia diantara  bilangan  itu  tidak  ada  seorangpun  yang   mati beriman.

Dikarenakan:

1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya.
2. Orang kaya dan mampu tidak lagi melambangkan/menimbangkan rasa belas kasihan
     pada orang miskin.
3. Sudah banyak orang yang tidak mengeluarkan zakat dan berpuasa, tidak sholat dan tidak
     menunaikan ibadah  haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakannya.

Oleh sebab itu wahai Syekh Achmad, hendaklah engkau sabdakan pada  semua  umat  manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah.

Demikianlah pesan Rasululloh kepada hamba. Maka  berdasarkan pesan  Rasululloh tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada semua umat Islam didunia:

1. Bersollawahlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
2. Janganlah bermalas-malas untuk mengerjakan sholat 5 (lima) waktu.
3. Bersodaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
4. Berpuasalah di bulan Ramadhan, serta kalau mampu tunaikan segera ibadah Haji.
 


INILAH WASIAT PALSU SYEH ACHMAD YANG BEREDAR DI INTERNET

BERITA DARI MASJID NABAWI

BERITA PENTING BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DI SELURUH DUNIA.SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA.
"AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW, WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA.
"Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di makam Rasulullah, dan hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata, "didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman, dikarenakan:
1.      Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya.
2.      Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
3.      Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.
Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT."
Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap ummat Islam di dunia :
1.      Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
2.      Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 (lima) waktu.
3.      Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
4.      Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.
 

PERHATIAN:

Bagi siapa saja yang membaca surat ini hendaklah menyalin /mengcopynya untuk disampaikan kepada orang-orang lain yang beriman kepada hari penghabisan / kiamat. Hari kiamat akan segera tiba dan batu bintang akan terbit, Al'Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.
Dan Barang siapa yang menyebarkan surat ini sebanyak 20(dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/rekan-rekan anda. Atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan memperoleh keuntungan setelah dua minggu kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha di Bandung, setelah membaca dan menyalinnya juga menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia mendapat keuntungan yang sangat luar biasa besarnya.
Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan membuang surat ini, dia mendapat musibah yang besar yaitu kehilangan sesuatu harta/benda yang sangat dicintai dan disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja tidak memberitahukan surat ini kepada orang lain, maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda alami, dan jangan menyesal apabila mendapat bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang sangat besar.
Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki yang tiada disangka-sangka.
Surat ini ditulis S.T. STAVIA sejak itu surat ini menjelajah dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai kepada Anda.
Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datangkepada Anda dan keluarga Anda.
 

KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI !

1.      Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia,dipecat dari jabatannya karena beliau lupa setelah menerima surat ini, tidak menyebarkannya,
2.      kemudian beliau ingat surat ini, lalu beliau menyalinnya dan menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa lama kemudian beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet.
3.      Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah menerima surat ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20 lembar dan menyebarkannya,dan beberapa hari kemudian beliau mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya.
Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda tidak merahasiakannya, dan anda segeralah menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan Anda. Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu setelah Anda menyebarkan surat ini. Allah SWT akan meridho'i niat baik Anda,selamat bertugas dan berkarya.
Salam,
PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW SYECKH ACHMAD-MADINAH


Fatwa Dr. Yusuf Al-Qaradhawi : HUKUM MUKHADDIRAT (NARKOTIK)

HUKUM MUKHADDIRAT (NARKOTIK)

Pertanyaan:

Al-Qur'anul Karim dan Hadits  Syarif  menyebutkan  pengharaman khamar,  tetapi  tidak  menyebutkan  keharaman  bermacam-macam benda padat yang memabukkan, seperti ganja  dan  heroin.  Maka bagaimanakah  hukum  syara'  terhadap  penggunaan  benda-benda tersebut,    sementara    sebagian    kaum    muslim     tetap mempergunakannya    dengan    alasan    bahwa    agama   tidak mengharamkannya?