Sabtu, 23 Juni 2012

Dimanakah letak aurat itu?? Adakah kau tahu?? “iklan&komedi humbar aurat wanita, kian marak”


Sangat disayangkan sekali, di tengan perjuangan kita untuk perbaiki  moral bangsa ini, kita dipusingkan dengan makin maraknya para artis, penyanyi dan para aktor bintang Film yang memamerkan auratnya. Setelah beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan Video Mesum sepasang artis kelas atas. Banyak kalangan yang mengecam hal tersebut; bahkan sampai berapa gelombang unjuk rasa agar RUU anti pornografi disahkan. Apalagi pemudi-pemudi kita lagi keginjengan dengan “boyband&girlband korea” yang identik ; rambut warna warni, oh ya tidak ketinggalan juga “rok mini”. tapi apakan anda merasa nyaman terhadap tontonan tersebut??? 
 
Bangsa ini dikenal dengan keramahannya dan begitu pula dengan pakayannya yang rapi dan santun. Tapi miris sekali, seolah kehilangan jati diri nya; coba kita lihat beberapa pakayan adat di daerah-daerah adalah bukti nyata bahwa bangsa ini sungguh menjunjung tinggi harkat dan martabat. Akibat penjajahan kebudayaan dan karakter bangsa yang kian marak sangat mengkhawatirkah. 


Hanya berapa persen dari meraka yang menutup auratnya ketika diliput dilayar kaca. Tetapi, Yang lebih menyedihkan lagi “kerudung&cadar” hanya dijadikan tameng suci bagi para Koruptor dan pelaku kriminal ketika di ruang sidang. Mungkin mengharap ampunan Hakim dengan baju suci itu.

Prilaku yang berbeda ketika merka berada di “pentas syahwat”. Bisa juga “pesta maksiat” yang mampu memukau banyak mata. Mereka unjuk diri kalau  kulit mereka putih langsat, mau dikatakan seperti orang korea yang pakai rok mini dengan rambut pirangnnya. Sayang sekali, itu jati diri yang tergadaikan oleh zaman. “la takun imma’ah” itulah sabda Rosulullah a’laihi sholatu wassalam “jangan ikut-ikutan yang gak bener ( walau jadi tren )”. 

Apakah kita tidak tahu batas Aurat?atau hanya pura-pura tidak tahu akan batasan mana yang boleh dilihat dan mana yang tidak?apakah biar kondom yang digaungkan ,laku keras dipakai pemuda kita? Tidak cukupkan Al-qur’an dan As-Sunnah menjadi peringatan??apakah kita akan baru sadar, bila mana Allah kirimkan air bah “Tsunami” ke Negara kita tercinta ini terlebih dahulu??

Di dalam Fiqh “batasan Aurat” ; Ahli Fiqh memang sedikit berbeda pendapat tentang “batas Aurat”. Mayoritas mereka sepakat bahwa seluruh badan Wanita adalah Aurat kecuali “wajah dan kedua telapak tangan”. Namun, Abu Hanifah menambahkan bahwa “telapak kaki juga bukan Aurat”. Ada juga sebagian Ahli fiqh mengatakan “aurat itu semua badan wanita tampa terkecuali” ( Abu bakar bin Abdurrohman dan Imam Ahmad ). Alasanya jelas ; ada ayat Al-Qur’an berbunyi “wala yubdina zinatahunna illa ma Zhoharominha” ( janganlah mereka perempuan menunjukan perhiasan mereka kecuali yang terlihat saja” nah, ayat ini mengandung dua pendapat:

Pertama : apakah pengecualian ini yang dimaksudkan adalah anggota badan tertentu? Kedua : apakah pengecualian tersebut , yang dilarang hanyalah apa yang tidak dimiliki  yang terlihat dari anggota badan ( perhiasan dll )? Penjelasannya ; apabila yang dimaksudkan adalah pendapat kedua “ apa yang tidak dimiliki badannya yang terlihat ketika bergerak” maka artinya semua anggota badan wanita adalah aurat dengan bukti Firman Allah ta’ala : “wahai Nabi ( muhammad SAW )  katakanlah kepada para istrimu, anak perempuanmu dan Perempuan umat Islam.. ( untuk menutup Aurat mereka ) . 

Ataukah maksud “illa mazhoharo minha” adalah sesuai dengan adat yang ada bahwasannya anggota badan tersebut tidak ditutupi ( kedua telapak tangan dan wajah ); jadi keduanya bukan merupakan aurat. Buktinya adalah ketika wanita mengikuti ibadah Haji, yang tidak boleh menutup wajahnya.

Penulis berharap suatu saat kita memiliki saluran televisi yang betul-betul mendidik ; emosional, quesional, spiritual. Mumpung Pemudi Indonesia lagi demam korea ; semoga suatu saat mereka bisa menutup aurat dan tidak memakai “rok mini” lagi, syukur pake hijab yang lebih menunjukan feminim. insyaAllah, menjadi titik balik kemenangan Dakwah di tengah arus konspirasi Barat yang kuat. 

Walau ini tak mudah, karena tentunya menurut “ekonom” ini akan berdampak kerugian bagi para pengusaha Kosmetik, shampoo, dll yang berdampak juga kepada krisis lapangan kerja dan pemasukan Negara. Namun penulis berpendapat lain, iklan –iklan yang tadi nya dapat mengumbar syahwat dapat dikemas dengan lebih menarik, santun dan agamis sesuai adat ketimuran yang selama ini menjadi ciri khas bangsa ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Mari kita sebarkan famah ini kepada keluarga, sahabar, rekan , kolega , patner dan lain-lain. Itu akan mendapat “khumur ni’am” ( onta merah ) bisa jadi mobil merek kelas atas zaman sekarang.

Ditulis :
Derysmono
( Mahasiswa Fak. Syari’ah LIPIA )
Derys_mono@yahoo.com
Sms ( 085284679674 )

Tidak ada komentar: