Kamis, 21 Juni 2012

Media Informasi vs Islam / umat Islam di Nusantara “ketika Islam terus disudutkan”


Gesekkan kebenaran dan Kebathilan yang terus terjadi.itu Selamanya. dan permusuhan para penyembah syahwat, syaitan dengan para Hamba Allah yang terulang sampai akhir kiamat. Mereka itu “hizbus syaithon” pengikut setan. Dan musuhnya adalah “Hizbulloh” ; mereka-mereka pencinta Allah.

Tujuannya jelas bahwa Allah Ta’ala ingin menguji Hamba-hamba Nya. Siapa musuh ? siapa pengikut ? siapa “munafiq” ? . selalu ada ciri khas bagi mereka penyembah Allah dan mereka yang penyembah setan. Lihat , perhatikan dan dengar!!! Melalui media kita bisa tahu bagaimana penulis maksudkan.


Lihat di media “ Islam teroris” , “islam fondamentalis”, “Al-qur’an dikorupsi” dan perhatikan ketika para Nara Pidana Korupsi yang kerap kali memakai topeng agama ( Islam ) untuk menutupi kebrobrokan mereka dan berlingdung di bawah kebesaran agama tersebut . mereka nara pidana memakai “kopiah&baju koko” bagi laki-laki dan “jilbab bahkan cadar” bagi perempuan. Yang lebih miris lagi adalah mereka yang mengaku Islam , namun merusak citra Islam; melalui komentar, tulisan dll. 

Apakah dengan ini kita salahkan media elektronik, surat kabar dll??apakah ini disebabkan pemusuhannya terhadap Islam?? Tentunya tidak, itu hanyalah sarana informasi. Bagai Handphone ; tergantung di tangan siapa yang berada. Begitu pula pisau yang kita gunakan untuk memasak, tapi bisa juga membunuh orang. Apakah kita salahkan alat itu? Mari kita salahkan diri kita. Mengapa umat Islam tidak memiliki sarana Informasi yang kuat, canggih dan cepat.

Alhamdulillah, langkah ini sudah ada yang memulai dengan membuat saluran Radio bernuansa Islam, media Internet dll. Namun , menurut penulis harus ada saluran televisi bernadakan Islam. Sehingga Syiar Islam lebih menggaung di Negeri ini. Nusantara yang kita cintai.

Pun Rosulullah sholallahu a’laihi wasallam dan para Sahabat dan salafussholeh ( orang islam terdahulu ) yang telah menggunakan sarana Informasi dengan baik; bagaimana “hasan bin Tsabit” penyair Arab Quraisy yang dengan syair nya telah meninggikan Islam. Penyair ; seperti media informasi zaman kita sekarang. Bahkan ketentraman sebuah Negeri Arab di tentukan oleh para Penyair dengan Syair-syairnya ( sejenis puisi, dll ). Tidak ayal bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai penantang mereka yang sampai sekarang belum ada yang bisa menandingi Al-Qur’an.

Penulis merasa bahwa solusi yang tepat adalah ummat Islam harus kembali kepada Al-Qur’an; membaca nya, mengkajinya, menghafalnya dan mengimplementasikannya. InsyaAllah , Nusantara akan berwarna dengan Nilai-nilai Islam dikemudian hari. Itu cita-cita kita.


derysmono,S.pdi
derys_mono@yahoo.com

Tidak ada komentar: